Kamis, 05 Agustus 2021 | 20:39:01 WIB

Gugus Tugas Kabupaten Morotai Batasi Penumpang Kapal Feri Hanya 100 Orang

Kamis, 14 Mei 2020 | 14:56 WIB
Gugus Tugas Kabupaten Morotai Batasi Penumpang Kapal Feri Hanya 100 Orang

Ilustrasi - Kapal feri sedang mengangkut kendaraan roda dua dan roda empat di dermaga feri sidangoli, Halbar menuju kota Ternate. (Foto: Aldy/Lindo)

MOROTAI, LINDO - Gugus tugas percepatan penanganan Covid19 kabupaten Pulau Morotai, pada Rabu (13/05/2020) kemarin menyurati PT ASDP Indonesia Feri (Persero) cabang Bastiong, Ternate. Dalam permohonan itu, Gugus Tugas minta agar ASDP bisa mengurangi angka penumpang setiap trip dari perjalanan antar pulau.

Hal itu dilakukan karena Gugus Tugas Provinsi Maluku Utara telah melansir bahwa angka positif dan angka kematian yang terkonfirmasi wabah virus corona di wilayah ini makin meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah dan gugus tugas kabupaten/kota menginginkan agar seluruh armada baik itu angkutan darat, laut dan udara segera dihentikan (lockdown) agar bisa memutuskan mata rantai wabah tersebut.

Dalam surat terbuka itu, Gugus Tugas kabupaten Pulau Morotai meminta agar PT ASDP Indonesia bisa mengurai anterian calon penumpang dengan daerah tujuan Morotai yang semakin hari semakin menumpuk dipelabuhan penyeberangan desa Gurua Tobelo.

Dalam permohonan itu, Gugus tugas Pulau Morotai meminta agar PT ASDP Indonesia bisa mengurangi jumlah angka penumpang setiap trip dalam pelayaran KMP Maming dengan rute perjalanan Tobelo-Morotai.

Oleh sebab itu, Gugus tugas Morotai menginginkan agar ASDP Indonesia cabang Ternate segera memperhatikan permohonan itu, yang isinya sebagai berikut; 

1. Dalam mengangkut penumpang tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku seperti menjaga jarak antar penumpang dan menggunakan masker.

2. Jumlah penumpang dibatasi sebanyak 100 orang per trip dari pelabuhan penyeberangan Tobelo ke pelabuhan penyeberangan Morotai ke penyeberangan Tobelo berlaku seperti biasa/tidak melayani penumpang.

3. Penumpang wajib membawa surat keterangan sehat dan surat keterangan dari Gugus Tugas Covid 19 dari daerah asal dan wajib mengikuti karantina selama 14 hari.

Surat yang bernomor 57/GT Covid19/V/2020, tertanggal 13 Mei 2020 itu, ditandatangani oleh ketua harian Gugus Tugas Kabupaten Pulau Morotai yang disampaikan tembusan antara lain Gubernur Maluku Utara, dan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara.

(FAISAL)

Berita Terkait