Senin, 25 Mei 2020 | 20:38:20 WIB

Pasien Kabur, Tim Gakkum Covid-19 Malut Diminta Perketat Pengamanan

Jum'at, 15 Mei 2020 | 09:39 WIB
Pasien Kabur, Tim Gakkum Covid-19 Malut Diminta Perketat Pengamanan

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf. (Foto: RRI/Lindo)

TERNATE, LINDO - Pengamanan lokasi karantina untuk pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sahid Bella Hotel Ternate masih terbilang lemah.

Pasalnya, sejumlah pasien yang menjalani karentina di Sahid Bella Hotel Ternate, Kamis (14/5/2020) sempat berupaya keluar dengan alasan tidak memiliki gejala Covid dan akan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf saat dikonfirmasi RRI dalam konferensi pers meminta agar tim Gakkum bisa fokus melakukan pengamanan.

dr. Alwia Assagaf mengaku, untuk pembicaraan awal saat karantina pertama memang dilakukan penjagaan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan sampai saat ini petugas Satpol-PP masih terus berjaga bergantian dengan sistem sift yang ditempatkan di setiap lantai.

“Kalau mereka jaga mereka biasa di Lobi, jaga setiap lantai bahkan ada yang keliling sampai di belakang, tapi mereka sekali sift ada 3 orang dan ini tidak mampu,” katanya.

Seiring waktu dan banyaknya tantangan yang dihadapi didalam lokasi karantina lanjut Alwia, tim Gakkum TNI-Polri juga sudah dibuatkan jadwal untuk melakukan pengamanan disetiap lantai, hanya saja jadwal tersebut tidak mau dipakai.

“Kami sudah atur jadwal dimana mereka lakukan pengamanan di setiap lantai tapi mereka tidak mau diatur mereka minta mereka yang mengatur sendiri,” katanya.

Untuk itu lanjut dr. Alwia, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Malut menyetujui agar jadwal tersebut bisa diatur sendiri.

“Kata Kadis tidak usah diatur biar mereka yang mengatur sendiri yang penting setiap hari harus ada yang jaga namun itu hanya berlaku 1-2 hari dan kemudian tidak ada lagi,” cetusnya.

Alwia juga mengaku, sebelumnya telah ada kesepakatan dengan Gakkum untuk ikut serta kedalam ruangan guna melakukan Swab Test ulang untuk pasien Covid karena sejumlah pasien tidak mau dilakukan Swab Test.

“Awalnya itu memang sudah diatur bahkan sudah disetujui, tapi pada kenyataannya dilakukan Swab keamanan tidak ada yang datang,” kesalnya.

Sejumlah pasien yang kabur saat dari lokasi karantina Sahid Bella Ternate tersebut menurutnya, 7 pasien dari Kota Ternate yang berstatus Positif Covid-19 3 orang dan 4 OTG, 1 Pasien OTG dari Kota Tidore dan 1 OTG lain berasal dari Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

“Mereka ini adalah pasien yang sering buat masalah didalam lokasi karantina,” tuturnya.

Dengan insiden tersebut lanjut jubir Covid-19 Malut, mereka akan dikembalikan ke wilayah masing-masing untuk menjalani karantina.

“Kepulangan ini kita tunggu sampai besok pagi, dan mereka ini harus dijemput, yang pasti mereka harus dikarantina di wilayah masing-masing bukan untuk pulang ke rumah,” tegasnya.

Mereka yang ingin pulang salah satunya adalah pasien asal Halut. Hanya saja sang Isteri meminta Gustu Covid tidak memulangkan suaminya, dia berharap sang suami tetap dikarantina di ternate.

“Tadi istri pasien dari Halut telepon menangis katanya jangan dipulangkan karena karantina di Halut kondisi karantina berbeda dengan yang ada di Ternate,” ucapnya seraya meniru perkataan istri pasien asal Halut.

Sang Isteri juga menyatakan untuk kebutuhan harian, mereka sudah menerima bantuan sembako serta uang tunai.

“Saya sudah sampaikan ke bapak kalau kita dapat bantuan sembako dan uang 1 juta, tetapi bapak marah-marah,” katanya lagi.

Kepada semua pihak ia meminta untuk bisa bersama-sama melawan pandemi Covid-19 yang saat ini merebak.

“Keadaan ini darurat, yang kita lawan ini bukan penyakit biasa tapi ini wabah/virus yang tidak telihat, makanya kami mohon kerjasamanya,” pungkas dr. Alwia Assagaf.

KBRN/Aldy

Berita Terkait