Rabu, 28 Oktober 2020 | 06:40:13 WIB

Pemilik Akun Status Ternate Sebarkan Berita Hoax, Pihak RSD Tikep Upaya Hukum

Senin, 18 Mei 2020 | 15:40 WIB
Pemilik Akun Status Ternate Sebarkan Berita Hoax, Pihak RSD Tikep Upaya Hukum

Direktur RSD Tikep dr Fahrizal Maradjabeesy menjawab pertanyaan wartawan di Tidore, Malut. (FOTO: MALUTPOST/LINDO)

TIDORE, LINDO - Pemilik akun "Status Ternate" kembali berulah. Setelah beberapa waktu lalu sempat diamankan polisi lantaran isi postingannya yang menuduh tanpa dasar, kali ini akun Status Ternate bakal berurusan dengan pihak berwajib lantaran postingan video berdurasi 3 menit pada laman Instagram, Youtube, dan Facebook telah menyudutkan pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan (Tikep).

Dalam isi video tersebut, dia menyebut ada dugaan kejanggalan dibalik wafatnya pasien yang dinyatakan positif COVID-19 di RSD Tidore.

Selain dalam kontenya juga menyebut pihak keluarga mengetahui almarhum meninggal dari media massa. Bahkan hasil medis yang menyatakan almarhum positif juga belum diterima. "Hal ini tentu menjadi misteri," tulis dia dalam video tersebut.

Menanggapi itu, Direktur RSD Tikep, dr. Fahrizal Maradjabeesy mengaku, selaku pimpinan RSD Tikep dan seluruh tim COVID-19 RSD kesal atas konten youtube, facebook, dan instagram  Status ternate Tv yang menyudutkan pihak RSD terutama yang menangani pasien tersebut.

Menurut Fahrizal, tenaga medis tidak merasa merasa diuntungkan dengan adanya pasien positif COVID-I9. "Ibaratnya dengan pemberitaan dia ini, kami sudah jatuh tertimpa tangga," katanya kesal.

Lanjut Fahrizal, teks video yang tersebar di youtube tersebut tertulis keluarga pasien mengetahui berita meninggal lewat media massa, sedangkan istri dan anak ada di ruang isolasi, bahkan masuk melihat orang tuanya menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Di akun instagram tambahnya, pemilik akun juga menulis desakan untuk agar ditunjukkan data baik rapid test, swab test, dan pemeriksaan laboratorium. "Padahal sesungguhnya, mereka sangat tidak mengetahui tentang perihal kerahasiaan rekam medis serta disaat kapan boleh mengungkapkan data medis pasien, itu ada prosesnya," tandasnya.

Fahrizal bilang, Status Ternate tidak pernah mendapat atau mencari informasi ke pihak terkait yang menangani pasien, namun langsung menyebarkan berita yang sangat merugikan pihaknya. Untuk itu, pihak RSD Tikep akan memproses hukum jika tidak mengklarifikasi berita-berita tersebut dengan data yang akurat.

"Semuanya sangat menyudutkan kami dan menduga kejanggalan, misteri serta semua konten yang mereka buat membuat asumsi publik ke kami khususnya di Tidore main-main dalam hal penanganan corona serta terkesan usaha kami semua dihargai bagai sampah dengan cara menduga tanpa klarifikasi. Maka itu kami mengambil langkah hukum," tegasnya.

MALUTPOST/RED

Berita Terkait