Kamis, 02 Juli 2020 | 16:08:17 WIB

Tujuh Parpol Dampingi FAM lakukan Klarifikasi di Satgas Covid-19 Kepsul.

Rabu, 20 Mei 2020 | 02:35 WIB
Tujuh Parpol Dampingi FAM lakukan Klarifikasi di Satgas Covid-19 Kepsul.

Foto/Suasana Klarifikasi Fifian Adeningsi Mus (FAM) dan tim nya bersama Satgas Covid-19 Kepsul.

LINDO Sula- Kegiatan bantuan sosial Bakal Calon Bupati kabupaten kepulauan Sula Fifian Adeningsih Mus (FAM) beberapa hari ini yang mendapatkan sorotan publik hingga berujung pada pemanggilan klarifikasi oleh tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula Selasa (19/05/20)

Bertempat di posko satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula desa Mangon kecamatan Sanana, FAM bersama tim pembagian sembako nya mendatangi dan memenuhi panggilan tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula.

Kepada sejumlah awak media Kordinator Tim FAM H.Husni Sapsuha menyampaikan bahwa kedatangan mereka ini untuk memenuhi panggilan tim satgas Covid-19 untuk melakukan klarifikasi terkait kegiatan bansos di beberapa desa dan kecamatan di kabupaten kepulauan Sula yang di lakukan oleh FAM dan tim nya.

H. Husni Sapsuha yang juga ketua DPC Perindo kabupaten kepulauan Sula menyampaikan bahwa ada tiga poin yang di klarifikasi oleh kami yaitu
1. Pelaksanaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan masa.

2. Pelaksanaan kegiatan bantuan sosial yang tidak melakukan koordinasi dengan pihak Satgas Covid-19 Kabupaten kepulauan Sula.

3. Tidak melaksanakan isolasi mandiri saat berada di kabupaten kepulauan Sula.

Untuk itu kami tim FAM yang terdiri dari tuju partai politik yaitu partai Golkar, PDIP, PBB, Hanura, Perindo, PPP dan partai PKB yang mendampingi beliau mengklarifikasi yang pertama bahwa terkait dengan kegiatan yang menimbulkan kerumunan masa tersebut menurut kami tidak ada, karena protokol pembagian bantuan misalnya dalam satu desa terdiri dari 50-100 Kepala Keluarga maka yang kami ambil hanya sampel nya atau keterwakilan nya kurang lebih 3-5 orang untuk menerima bantuan secara simbolis, dan kami lakukan dengan jalan menuju penerima bantuan, dalam satu desa kami berjalan kurang lebih 15-20 menit dan sisanya di bagikan oleh tim data yang ada di setiap desa.

Selanjutnya yang kedua terkait dengan pelaksanaan kegiatan tanpa kordinasi dengan tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula H. Husni menyampaikan bahwa menurut kami itu hanya mis komunikasih karena waktu kami tiba di pelabuhan tidak ada tim satgas Covid-19 di pelabuhan hingga kami tidak melapor saat tiba, kami memang belum mendapatkan informasi soal itu makanya saat tiba di Sanana kami hanya berkomunikasi dengan pihak Kepolisian untuk melakukan pengamanan pelaksanaan kegiatan bansos, jadi tadi kesepakatan kami bersama dengan tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula bahwa kami juga akan menyampaikan surat pemberitahuan secara resmi terkait pelaksanaan kegiatan ini.
Sedangkan Terkait dengan Isolasi mandiri ibu Nigsi,tadi pak Kalak Gugus tugas Hendra Umabahi ,juga suda menyampaikan bahwa beliau suda berkoordinasi dengan tim medis bahwa ibu Ningsi sudah melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari dan batas isolasi nya suda berakhir, tetapi ibu Ningsi pernah melaksanakan perjalanan dari Sanana ke Taliabu, 
permasalahan nya adalah Taliabu memang masih daerah hijau tetapi setelah ibu Ningsi berada di Sanana dan kembali lagi ke Taliabu harus melaksanakan karantina mandiri karena Kabupaten Kepulau Sula adalah daerah zona merah.

Kepada awak media Ketua Perindo ini menjelaskan bahwa pada saat ini juga kami tim FAM akan melaporkan secara resmi kepada tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula, terkait dengan agenda-agenda  kegiatan kami selama berada di Kabupaten kepulauan Sula, cetus Kordinator FAM.
(Imel)

Berita Terkait