Rabu, 27 Mei 2020 | 03:34:22 WIB

Kasus Dugaan Pengrusakan Fasilitas Satgas Covid-19 Kepsul Berakhir secara Kekeluargaan.

Jum'at, 22 Mei 2020 | 22:23 WIB
Kasus Dugaan Pengrusakan Fasilitas Satgas Covid-19 Kepsul Berakhir secara Kekeluargaan.

Foto bersama di depan Mako polres Kepsul usai rapat bersama.

LINDO Sula- Rapat bersama untuk penyelesaian kasus pengrusakan sarana milik Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula, (jumat, 22/05/2020).

Rapat bersama siang tadi dilaksanakan di ruang rapat Polres Kepulauan Sula, tujuan rapat tersebut adalah untuk menyelesaikan kasus pengrusakan sarana milik Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula oleh seorang oknum masyarakat Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepulauan Sula.

Paur Humas Polres Kepulauan Sula Bripka Suwandi Sangadji melalui pres rilis via WhatsApp  menjelaskan bahwa maksud gelar rapat tersebut untuk menindaklanjuti kasus yang dilaporkan oleh tim Gugus Tugas di Polres, perkara tersebut saat ini telah ditangani oleh Unit Reskrim Polres Kepulauan Sula, yang diduga pelaku tindak pidana adalah seorang oknum warga masyarakat dari Desa Pohea.

Terjadinya perbuatan dugaan pidana tersebut pada saat itu hari sabtu tanggal 09 mei 2020 tim Gugus Tugas membawa barang-barang kebutuhan karantina dengan beberapa mobil kemudian dihadang oleh sekelompok masyarakat dan langsung  melakukan pelemparan ke arah mobil-mobil tersebut dan memukul bagian belakang mobil sehingga 2 unit mobil mengalami kerusakan  cetus Bripka Suwandi Sangadji.

Suwandi melanjutkan , bahwa yang turut hadir saat rapat tersebut yaitu : 
1. Iptu Paultri Yustiam, S.I.K (Kasat Reskrim Polres Kep. Sula), 

2. Ipda Syamsul B.  Rosonggin, SH (Kasat intelkam Polres Kep. Sula), 

3. Hendra Irawan Umabaihi. S.STP (keterwakilan Gugus Tugas Covid-19)

4. Idham Buamona (keterwakilan Gugus Tugas Covid-19)

5. Roy darma S.STP (keterwakilan Gugus Tugas Covid-19)

6. Rudy Duwila (Kades Desa Pohea) dengan empat orang Warga Desa Pohea 

7. Koptu Arifin Kemhai (Bhabinsa Desa Pohea Kec. Sanana Utara). 

Kasat Reskrim Iptu Paultri Yustiam, S.I.K melalui Paur Humas Bripka Suwandi Sangadji menegaskan bahwa saat ini yang diduga pelaku pengrusakan masih dalam proses, laporan perkara pengrusakan ini merupakan delik murni, dalam pemeriksaan perkara tersebut tidak boleh di intervensi oleh siapapun baik penyidik ataupun bukan, tim Gugus Tugas Covid-19 melaksanakan tugasnya sesuai aturan dari pemerintah pusat, jadi diharapkan kepada seluruh warga masyarakat apabila mau melakukan suatu perbuatan pidana maka di pikir matang-matang akibat atau dampaknya dikemudian hari" tutur Wandi.

Paur Humas yang akrab di sapa Wandi ini, meminta kepada seluruh masyarakat mendukung dan mengikuti semua anjuran pemerintah sehubungan dengan penanganan penyebaran pandemi Covid-19, kita mendukung semua kinerja maupun himbauan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula, apabila ada permasalahan mari kita sama-sama saling berkomunikasi sehingga apa yang akan kita perbuat tidak menyalahi aturan yang berlaku, mari kita semua menjaga dan menciptakan suasana kamtibmas yang lebih baik lagi mulai dari Rt, Rw, Dusun, Desa, Kecamatan bahkan hingga Kabupaten.

Wandi juga mengingatka jika Masyarakat ingin  bermedia sosial atau menggunakan media sosial agar bermedia sosial yang baik dan santun".kata Wandi.

Paur Humas Polres Kepsul menjelaskan bahwa Rapat tersebut telah membuahkan suatu hasil kesepakatan bersama seperti Pihak pemerintah Desa Pohea bersedia untuk bertanggung jawab terkait dengan pengrusakan sarana milik Tim Gugus Tugas Covid-19 dengan melakukan perbaikan menggunakan dana partisipasi dari masyarakat, Penyelesaian kasus tersebut secara kekeluargaan dibuktikan dengan surat penyataan damai oleh kedua belah pihak yang di tanda tangani oleh Kepala Desa Pohea saudara Rudi Duwila dan saudara Hendra Irawan Umabaihi. S.ST selaku perwakilan dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula.

Mari kita semua belajar dari peristiwa ini, semoga ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita, sehingga kita tidak gegabah dalam melakukan suatu perbuatan, tandas Wandi.
(Imel)

Berita Terkait