Kamis, 09 Juli 2020 | 19:08:40 WIB

Keluarga Terdampak Covid-19 Di RW 14 Desa Bojonggede Menerima Bantuan Angin Surga

Selasa, 26 Mei 2020 | 09:24 WIB
Keluarga Terdampak Covid-19 Di RW 14 Desa Bojonggede Menerima Bantuan Angin Surga

Warga menerima bantuan dari donatur, bukan dari pemerintah. (FOTO : KUTIPAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Nangis bombai dan angin surga itulah kalimat yang paling tepat untuk disampaikan kepada 243  keluarga di lingkungan Rukun Warga (RW) 14, Perumahan Pondok Bambu Kuning dengan 12 Rukun Tetangga (RT) di Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). 
 
Lebih dari satu bulan data mereka diminta oleh pihak desa, data yang sangat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan oleh masing masing ketua RT, bahwa warga mereka layak untuk mendapat bantuan dari pemerintah, baik pusat, propinsi maupun kabupaten, namun hingga berita ini dibuat belum ada satupun dari 243 keluarga yang terdampak itu menerima bantuan. 

H. Edy Soemantri selaku Ketua RW 14 sekaligus kordinator satgas Covid 19 di lingkungan RW 14, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten bogor mengungkapkan, ada beberapa saluran bantuan yakni bantuan presiden melalui Kementrian Sosial (Kemsos), bantuan dari dana desa, bantuan pemerintah propinsi Jawa barat dan bantuan dari pemerintah kabupaten Bogor. 

Menurutnya, baru ada dua warga mendapat sembako dan 10 guru ngaji yang mendapat bantuan langsung tunai yang ditransfer ke rekening masing-masing. sementara sebanyak 231 keluarga lainnya belum memerima apapun. 

Untuk hal ini belum ada pemberitahuan atau informasi dari desa kenapa bantuan itu belum ada hingga saat ini. Sambil tersenyum pahit ketua RW mengatakan mungkin bantuannya lagi diproses atau memang sudah tidak ada.

Pada saat yang sama, Ketua DKM masjid Baiturrahman H. Jamaludin Ahcmad mengatakan dengan tegas dihadapan sejumlah tokoh masyarakat dan ulama perumahan Pondok Bambu Kuning (PBK) di posko satgas RW 14 yang bermarkas di lingkungan masjid Baiturrahman, bahwa kalau memang tidak ada lagi bantuan  dari pemerintah berarti hal ini merupakan kesalahan pemerintah desa Bojonggede yang sangaja tidak mau memperjuangkan. 

"Ini benar benar aneh, karena itu kita warga RW 14 tidak perlu ikut pemilihan Kepala Desa (Kades) yang akan datang. Untuk apa kita berikan suara kepada kades yang tidak perduli nasib warganya seperti yang dialami oleh  warga RW 14 yang terdampak covid-19 saat ini," ujar H. Jamaludin Ahcmad.

Karena bantuan dari pemerintah tidak ada tanda tanda maka ketua RW 14
 H. Edy Soemantri, ketua DKM masjid Baiturrahman,  H. Jamaludin Achmad dan sejumlah tokoh masyarakat membentuk panitia dengan menunjuk Toto Suharto, Bsc sebagai ketua panitia untuk segera mengantisipasi problem yang dihadapi oleh 243 keluarga terdampak Pandemi cofid-19. 

Kerja keras panitia menghimpun dana dari para donatur di internal maupun eksternal RW 14, akhirnya bisa menyalurkan paket bantuan dua kali kepada 243 keluarga. 

"Alhamdulillah, bantuan dari para donatur melalui panitia sedikit mengobati rasa keadilan 243 keluarga dan para ketua RT dari RT 01 sampai dengan RT 12. kata ketua 212 ustat Toton. Jika tidak ada sama sekali, maka betapa malunya para ketua RT yang telah mengambil data dari warga untuk pemerintah tapi nyatanya nol besar, angin surga dari pemerintah desa. Pertanyaannya kemudian apakah benar tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah pusat, Pemerintah Propinsi (Pemprop) dan Pemda Kabupaten (Pemkab) Bogor dan dana desa untuk 243 keluarga yang sangat membutuhkan itu. Mudah mudahan pemerintah desa mendengar jeritan tangis batin dari 243 keluarga yang  sudah diambil datanya untuk segera memberikan bantuan," ucap Toto Suharto

Sementara itu Direktur Eksekutif Komite Untuk Transparansi Informasi dan Pengawasan Pejabat Publik Nasional (Kutipan) Aswan Bayan menyampaikan, kondisi masyarakat yang terdampak akibat covid 19 ini sangat parah, karena itu perlu bantuan dari pemerintah dan hal itu sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. karena itu jika bantuan pemerintah tidak sampai ke tangan masyarakat terdampak, maka perlu ditelusuri apa penyebabnya. 

"Saya sarankan agar masing - masing ketua RT yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, bersama - sama ketua RW menanyakan langsung ke kantor desa atau kecamatan, apa penyebab bantuan itu tidak kunjung datang," ujar Aswan.

Menurutnya, hampir semua daerah di Indonesia, masyarakat terdampak sudah menerima bantuan dari dana desa, bantuan presiden melalui Kemsos, bantuan dari pemerintah propinsi dan Kabupaten/Kota. "Jadi jika  ada yang belum menerima ini sungguh aneh," ujar Aswan. (ARMAN R)

Berita Terkait