Kamis, 02 Juli 2020 | 17:28:17 WIB

HCW Malut Minta Kejari Sanana Usut Dugaan Penyalahgunaan DD Desa Kawata.

Kamis, 28 Mei 2020 | 13:02 WIB
HCW Malut Minta Kejari Sanana Usut Dugaan Penyalahgunaan DD Desa Kawata.

Foto/Wakil Direktur HCW Malut Razak Idrus.

LINDO Sula-Dugaan penyimpangan Dana Desa Kawata oleh mantan Kades Usman Umaternate mendapat tanggapan serius oleh  berbagai kalangan, termasuk dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Halmahera Cropsion Word (HCW) Provinsi Maluku Utara, Kamis (28/05/20)

Saat di konfirmasi oleh Liputan IndonesiaNews, melalui keterangan via WhatsApp Wakil Direktur HCW Razak Idrus menjelaskan bahwa sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada kegiatan-kegiatan anti Korupsi di Provinsi Maluku Utara,  Halmahera Cropsion Word (HCW) Provinsi Maluku Utara merasa terpanggil untuk mengawasi dan melakukan kontrol sosial terhadap proses pembangunan di kabupaten kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara termasuk proses pembangunan desa Kawata, kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten kepulauan Sula, yang di anggarkan melalu Dana Desa (DD).

Razak Idrus Wakil Direktur HCW Provinsi Maluku Utara secara tegas menyampaikan kepada LiputanIndonesiNews dengan adanya dugaan penyimpangan Dana Desa seperti pembangunan rumah baca yang belum selesai di kerjakan, rumah dinas kepala desa, rehab pembangunan balai desa yang belum selesai, pembangunan lampu tenaga Surya yang belum selesai dan masih banyak lagi persoalan dugaan Penyelewengan anggaran DD di desa Kawata semasa kepemimpinan Kades  Usman Umaternate, patut di curigai adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan DD desa Kawata.

Untuk itu HCW Provinsi Maluku Utara meminta kepada Kajari Sanana untuk menindaklanjuti tuntutan Himpunan Pelajar Mahasiswa Kawata (HPMK) untuk  mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran DD Kawata semasa kepemimpinan Kades Usman Umaternate.
" Saya berharap pengelolaan uang negara dalam proses pembangunan bisa berjalan trasparan dan tidak menyimpang " tegas Razak Idrus.
(Imel)

Berita Terkait