Sabtu, 04 Juli 2020 | 13:31:05 WIB

Pengiriman 44 Spesimen Tanpa Pengawalan, 41 Miliar Anggaran Covid-19 Kepsul Dipertanyakan.

Jum'at, 29 Mei 2020 | 23:44 WIB
Pengiriman 44 Spesimen Tanpa Pengawalan, 41 Miliar Anggaran Covid-19 Kepsul Dipertanyakan.

Foto/ilustrasi

LINDO Sula- Pengiriman 44 spesimen yang mengikuti rapit tes dan di kirim melalui kapten kapal dan  tanpa pengawalan dari tim gugus tugas Covid-19 mendapat sorotan keras dari publik kabupaten kepulauan Sula.
Kali ini datangnya dari ketua DPD Partai Perindo Kabupaten kepulauan Sula, Muhammad Husni Sapsuha,Jum'at (29/05/20)

Saat di konfirmasi oleh wartawan Liputanindonesianews di Warkop Aer Sontong desa Fatce, kecamatan Sanana Muhammad Husni Sapsuha yang biasa disapa Bapa Topa,  Mempertanyakan terkait kerja-kerja gugus tugas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula terhadap 44 spesimen yang di kirim melalui kapten kapal dan hal ini kami sangat sesalkan kinerja mereka tim gugus tugas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula.

Tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula seharusnya mengawal ketat proses pengiriman 44 spesimen ini, bukan melepas begitu saja tanpa ada pengawalan sama sekali, cetus Bapa Topa.

Jika spesimen itu di bawah tanpa ada pengawalan nanti di sana siapa yang urusan di laboratorium dan sebagainya, ini tindakan yang sangat ceroboh menurut nya, mengingat anggaran yang di ploting untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 kabupaten kepulauan Sula sebesar 41 Miliar, cetus nya.

Muhammad Husni Sapsuha juga menyampaikan bahwa Tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula akhir-akhir ini terkesan tertutup terkait kerja-kerja mereka, buktinya saampai saat ini tidak ada komentar resmi dari juru bicara tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula terkait 44 spesimen yang mengikuti rapit tes dan sampai di kirim pun kami masyarakat tidak mendapatkan informasi yang resmi seperti biasanya.

Selain itu juga kami masyarakat sangat resah karna tim satgas Covid-19 kabupaten kepulauan Sula tidak terbuka terkait informasi-informasi perkembangan 44 spesimen, mines 4 orang yang suda positif Covid-19.

Jujur saja kami masyarakat resah karena menunggu hasil dari ke 44 spesimen itu, kira-kira dari 44 spesimen yang hasil rapit tes  nya reaktif, apa tindakan atau prosedur penanganan tim satgas Covid-19 kepada mereka yang reaktif itu seperti apa, ini sangat meresahkan kami warga masyarakat Kabupaten kepulauan Sula. 

Bagaimana kita mau memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona/ Covid-19 jika kami masyarakat sendiri pun tidak tauh informasi nya di desa apa yang reaktif dan sebagainya.

"Tim satgas Covid-19 jangan mereka hanya gagah-gagahan saja, pukul masyarakat, siram masyarakat dengan air tengah malam dan sebagainya, tetapi prosedur penanganan mereka yang reaktif rapit tes tidak di perhatikan dengan baik " cetus Ketua Perindo Kepsul kesal.

Kami masyarakat mempertanyakan ini karena anggaran penanganan dan Pencegahan Penyebaran virus Corona /Covid-19 kabupaten kepulauan Sula sangat fantastis 41 Miliar, untuk itu kami meminta agar tim satgas Covid-19 harus maksimal bekerja dengan anggaran yang di ploting sebesar itu, cetus Muhammat Husni Sapsuha, tegas.
(Imel)

Berita Terkait