Senin, 06 Juli 2020 | 04:04:48 WIB

PTUN Serang Kabulkan Gugatan PT FS Terhadap Kades Margagiri

Sabtu, 30 Mei 2020 | 16:03 WIB
PTUN Serang Kabulkan Gugatan PT FS Terhadap Kades Margagiri

Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH CBL. (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO -  Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang kabulkan gugatan PT Farika Steel (FS) terhadap Kepala Desa (Kades) Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Propinsi Banten, terkait pengalihan ha katas tanah garapan seluas 20.000 m2. 

Melalui penasihat hukum PT FS, Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH CBL, Syamsudin H Abas SH, Samuel Septiano Ginting SH MH dan Harun Julianto C Sitohang SH MH CLA, disebutkan, bahwa Kepala Desa (Kades) Margagiri telah membuat surat Nomor 400/71/DS.2007/Sekr/2019 tanggal 20 November 2019 yang ternyata melanggar asas kepastian hukum. Bahkan menyulitkan pemerintahan desa sendiri dan menimbulkan kerugian bagi penggugat (PT FS). 

Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH CBL menjelaskan, Camat Bojonegara sendiri sebelumnya telah menerbitkan surat keterangan Nomor 590/117/Kec.Boj/IV/2014 tanggal 10 April 2014. Camat dalam hal ini menegaskan, bahwa tanah garapan yang diakui sebagai hak garapan Gunawan bin Dana Cs tidak benar adanya atau fiktif. Dengan demikian, surat keterangan hak garapan Nomor 590/Pemt/DS-193/070/1999 tanggal 1 Juli 1999 yang dimiliki Gunawan Cs tidak berlaku dan tak dapat dipergunakan. 

Majelis hakim PTUN Serang pimpinan Elfiany SH MKn dengan anggota Metha Sandra Merly Lengkong SH dan Andi Fahmi Azis SH dalam putusannya menyatakan, surat keterangan hak garapan Nomor 590/Pemt/DS-193/070/1999 tanggal 1 Juli 1999 telah melanggar salah satu asas umum pemerintahan yang baik yaitu asas keterbukaan dan transparansi, asas melayani masyarakat secara jujur dan tidak diskriminatif. 

“Klien kami kan telah melaksanakan reklamasi sesuai surat keputusan izin reklamasi Nomor 503/KEP.496-Huk/BPTPM/2012 tanggal 19 Oktober 2012 dari Bupati Serang untuk lahan seluas 20.000 m2 yang menjadi lokasi obyek sengketa. Sayangnya, warga yang mengklaim lokasi tersebut sebagai garapannya dilegalkan tergugat (Kades Margagiri),” ungkap Hartono Tanuwidjaja, di Jakarta, Jumat (29/5/20). 

Penggugat sebelum gugatan ke PTUN Serang lanjutnya, telah mengajukan keberatan terkait penerbitan penerbitan surat Nomor 400/71/DS-2007/Sekr/2019 tanggal 20 November 2019 namun tidak digubris tergugat. 

Kades Margagiri juga tak menghiraukan izin dari Bupati Serang Nomor 593/KEP.488-Huk/BPTPM/2012 tanggal 8 Oktober 2012 dan izin reklamasi Nomor 503/KEP.496-Huk/BPTPM/2012 tanggal 19 September 2012. 

“Bupati Serang kan atasan tergugat (Kades Margagiri) yang lebih tinggi, tetapi tak dipedulikan tergugat. Surat keterangan hak garapan fiktif atau bohong berusaha dipertahankannya. Syukurlah majelis hakim PTUN Serang memutuskan yang salah tetap salah dan yang benar adalah benar. Hak garapan klien kami tetap utuh dan sah serta legal, sementara surat garapan fiktif atau bohong dinyatakan tidak berlaku atau ilegal,” kata Hartono mengapresiasi putusan PTUN Serang tersebut. (ARMAN R/SUARAKARYA)

Berita Terkait