Minggu, 12 Juli 2020 | 17:37:02 WIB

Lambatnya Penyaluran BLT-DD Desa Falabisahaya Membuat Warga Memboikot Dan Hampir Membakar Kantor Kantor Desa

Senin, 1 Juni 2020 | 22:46 WIB
Lambatnya Penyaluran BLT-DD Desa Falabisahaya Membuat Warga Memboikot Dan Hampir  Membakar Kantor Kantor Desa

Foto Aksi Demo Mahasiswa Dan Masyarakat Di Depan Kantor Desa Falabisahaya,Dok Rudi,Senin 1 Juni 2020.

SULA LINDO - Mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat sudah barang tentu merasa risih dan resah atas ketidakadilan dan ketidak transparansi pemerintah dalam menjalankan amanah undang-undang. Orasi korlap "Fadli Hamid" 

(1-6-2020) Himpunan Pelajar Mahasiswa Mangoli Utara (HPMMU) melakukan aksi damai dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat desa falabisahaya untuk sama-sama menyuarakan hak-hak mereka yang belum di penuhi oleh pemerintah desa. Karena sampai saat inipun pemerintah desa falabisahaya belum menyalurkan BLT-DD kepada yang berhak menerima.

Di pimpin langsung oleh Ketua Umum HPMMU, Risman Mansur mengajak masyarakat untuk menduduki kantor desa falabisahaya. 
Hampir dua jam masa aksi menunggu kehadiran Pjs. Kades falabisahaya sambil membakar ban di depan kantor desa. 

Tidak lama selang itu Pjs. Kades Falabisahaya Hi. Sedek Marasabessy pun datang dan diundang untuk langsung memberikan penjelasan terkait BLT-DD yang terlambat penyaluran.
Terlambatnya penyaluran karena data nama-nama yang di ambil oleh Kadus serta RT RW tidak valid, olehnya Pjs kembali membentuk tim 10 orang lebih, walhasil nama-nama yang terdata sebanyak 198 KK. Jelas Hi. Sedek

 Akan tetapi masyarakat tetap meneriaki Pjs. Kades dengan mosi tidak percaya.

Menurut Ketua BPD, keterlambatan penyaluran BLT-DD sebab terjadi empat kali perubahan APBDES.
BPD juga pernah membuat berita acara agara supaya BLT-DD di bagi sama dan di tindak lanjuti oleh pemerintah desa ke pemerintah kabupaten.

Ketua BPD Falabisahaya pun memberikan penjelasan kepada masyarakat dengan saling tuding menuding kepada mantan kepala desa terkait anggaran BUMDES.
Lanjut BPD, tahun pertama anggaran bumdes Rp. 100.000.000,- di potong pajak maka tersisa Rp. 80.000.000,- dan pemberian kedua sebesar Rp. 40.000.000,- di potonh pajak maka tersisa Rp. 30.000.000,- . 
Kemandekan bumdes terjadi tidak pernah di laporkan oleh tim pengawas kepada kami. Ujar Ketua BPD falabisahaya Saleh Umamit.

Karena merasa tidak puas oleh penjelasan Pjs. Kades dan Ketua BPD Falabisahaya, massa aksi damai pun meneriaki dan meminta kepada Pjs. Kades dan Ketua BPD untuk turun dari jabatannya.

Seorang orator "Maududi Pauwah" lewat pengeras suara dengan lantang berkata Tidak pernah takut dan Gentar kepada pemerintah Kabupaten, Kecamatan , Desa demi memperjuangkan Hak-Hak RakyatRudi (Rudi Uter)

Berita Terkait