Kamis, 25 Februari 2021 | 08:52:40 WIB

Hartanah Group : Terjadi Perubahan Prilaku Dan Ekonomi Rendah Sentuhan Pada New Normal

Rabu, 10 Juni 2020 | 08:38 WIB
Hartanah Group : Terjadi Perubahan Prilaku Dan Ekonomi Rendah Sentuhan Pada New Normal

CEO Hartanah Group, Johny G. (FOTO : HARTANAHGROUP/LINDO)

JAKARTA, LINDO - memasuki status New Normal (Normal Baru), banyak hal baru yang akan menjadi kebiasaan baru yang tentunya akan berdampak pada ekonomi.   

 

Serangkaian langkah-langkah kesehatan pengendalian Pandemi Covid - 19 menyebabkan perubahan perilaku dan gangguan ekonomi, yang menciptakan sistem yang cukup tidak terduga. 

 

"Semakin lama langkah-langkah kesehatan dipertahankan, semakin mendasar pula perubahan perilaku dan gangguan ekonomi akan terjadi yang disebut dengan The Low Touch Economic atau Ekonomi rendah sentuhan," kata CEO Hartanah Group Johny G dalam rilisnya yang diterima Lindo, Selasa (9/6/20).

 

The Low Touch Economy lanjutnya, adalah keadaan baru masyarakat dan ekonomi kita, secara permanen diubah oleh Covid-19. Ini ditandai dengan interaksi sentuhan rendah, kesehatan dan langkah-langkah keamanan, perilaku manusia baru, dan pergeseran industri permanen. 

 

Johny G menjelaskan, The Low Touch Economy ada di sini saat ini tinggal bersama kita, dan ini menawarkan peluang tak terlihat bagi para inovator untuk membuat langkah berani. Langkah-langkah yang berani agar perekonomian terus berlanjut, seperti beberapa hal berikut:

• Dalam konteks profesional, lantai pabrik didesain ulang untuk menjaga keselamatan pekerja. 

• Robot menggantikan interaksi manusia berisiko tinggi dalam bisnis jasa.

• Konteks keluarga, zoom pengasuh anak membantu orang tua di rumah sambil mengerjakan 

tugas atau bekerja. 

• Mengunjungi anggota keluarga yang Lanjut Usia (lansia) dari balik kaca. Karena orang muda rentan untuk menularkan virus kepada orang Lansia

• Konteks sosial, berusaha membuat makan di luar aman dan menyenangkan. 

• Konser virtual berusaha menggantikan acara offline

• Dan masih banyak lainnya.

 

 

"The Low Touch Economy akan menentukan hidup kita, setidaknya selama 1-2 tahun.  Perusahaan yang sukses di era ini adalah mereka yang mengadaptasi model bisnis mereka untuk bekerja dengan langkah-langkah kesehatan yang berbeda dan tantangan lain yang disajikan karena Covid-19," jelas Johny G.

 

Menurutnya, mengurangi interaksi fisik antara karyawan dan konsumen, adalah salah satu kendala yang paling nyata dalam bisnis pada umumnya, Itulah sebabnya muncul istilah "Rendah" Sentuh Ekonomi atau “Low” Touch Economy.

 

Sementara ini kata Johny G,  terutama mengacu pada jarak fisik dan tindakan kebersihan, The Low Touch Economy juga memasukkan kendala, seperti larangan bepergian, tindakan pencegahan kebersihan seperti : menggunakan masker, mencuci tangan, penggunan disinfektan.

 

Begitu juga pertemuan besar yang dibatasi, seperti : pernikahan, konser, rapat dalam jumlah besar, isolasi kelompok lanjut usia, dan banyak lagi. 

 

"Era The Low Touch Economy akan membawa banyak ketidakstabilan. Organisasi perlu beradaptasi dengan cepat, menyesuaikan strategi organisasinya agar bisa meminimalisir penyebaran virus sambil bisnis atau industri terus bergerak," paparnya.

 

Johny menambahkan, kehidupan masyarakat akan mulai kembali, namun tidak semuanya akan seperti semula. Banyak aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat agar Covid-19 berhasil ditekan, maka bisnis, permintaan konsumen dan kegiatan sosial dengan cepat kembali normal dengan pemberlakuan pembatasan kesehatan. 

 

Masyarakat kata Johny, akan segera terbiasa dengan pemeriksaan kesehatan, menggunakan masker dan mengatur ulang tempat kerja. Hal ini tidak akan sama seperti sebelumnya, tapi masyarakat akan segera terasa normal dengan segera. (ARMAN R)

Berita Terkait