Sabtu, 31 Oktober 2020 | 21:18:40 WIB

Atasi Pengangguran, Kemendes - Apjati Sepakat Berdayakan Pedesaan Melalui Sektor Pekerja Migran

Jum'at, 12 Juni 2020 | 18:01 WIB
Atasi Pengangguran, Kemendes - Apjati Sepakat Berdayakan Pedesaan Melalui Sektor Pekerja Migran

(FOTO : KANIGORO/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Dampak penyebaran virus Corona ternyata telah menciptakan pengangguran baru, yang tidak hanya di perkotaan tetapi juga di pedesaan. Para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini cepat atau lambat akan menjadi masalah sosial baru yang harus dicarikan solusinya.

Oleh karena itu, guna membantu pemerintah dalam menghadapi permasalahan pengangguran baru ini, Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Ayub Basalamah didampingi Sekjen Apjati Kausar Tanjung, pada Rabu (10/6/20), di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes dan PDTT), Jakarta.

Wakil Menteri Pedesaaan (Wamendes) Budi Ari Setiadi membahas upaya bersama dalam rangka memperdayakan masyarakat desa untuk bisa bersama-sama pemerintah daerah dan pusat menggerakan ekonomi pedesaan lewat sektor pekerja migran.

Ketum Apjati Ayub Basalamah menyampaikan, sesuai dengan anjuran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) kepada Apjati, agar penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri, bisa dioptimalkan dengan menjadikan PMI menjadi Duta Wisata.

Karena menurutnya, melalui penempatan PMI ke luar negeri, akan lebih mudah kita mempromosikan pariwisata Indonesia. Dengan penempatan PMI skill dan berkompetensi ini maka dipastikan perlindungannya akan lebih maksimal.
 
"Apjati bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan terus membuka peluang pasar kerja internasional bagi PMI kita. Diharapkan melalui sinergitas dengan pemerintah ini, pemasukan devisa akan meningkat dan meningkatkan kembali geliat ekonomi di pedesaan," harap Ayub.
 
Menurutnya, karena dimasa Covid-19 ini, hanya PMI  yang dilindungi dan berkompetensi yang bisa membantu memulihkan perekonomian kita.
 
Terkait hal itu, Wamendes juga memberikan masukan kepada Apjati, bahwa modernisasi tata kelola penempatan PMI harus berbasis IT. Hal ini harus diperhatikan, karena kalau tidak Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) akan kalah bersaing dengan negara lain dari sisi kualitas, kompetensi, kecepatan dan kepastian penempatan.
 
Dalam pertemuan itu, Wamendes  menegaskan kembali kepada Ketum Apjati, tentang betapa banyaknya pengangguran pasca pandemi covid 19 ini. 

Menurutnya, adalah menjadi tugas kita semua, baik swasta dan pemerintah untuk bisa tetap bersinergi menciptakan lapangan pekerjaan berbasis di pedesaan.
 
"Negara akan kuat apabila masyarakatnya mendapat kesempatan kerja baik di dalam atau di luar negeri. Selain devisa yang masuk dari kiriman remitansinya, para PMI ini nantinya juga bisa menstranfer ilmu yang didapatkan dari negara penempatan selama mereka bekerja. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah mendorong swata untuk membuat terebosan - terobosan," ujar Budi Ari Setiadi.
 
Menanggapi permintaan Wamendes, Ketum Apjati bersama sekjen Apjati sepakat untuk bekerjasama dengan Kemendes dalam penyiapan PMI berkompetensi dari pedesaan.

Kepada Wamendes, Ayub minta agar pihaknya melalui aparat desa untuk mendata semua warganya yang ingin bekerja keluar negeri lewat program satu juta PMI yang berkopetensi dan siap bekerja keluar negeri.

Menjawab permintaan Ketum Apjati, Wamendes mengatakan pihaknya akan segera menselaraskan program 1 juta PMI berkompetensi kepada seluruh aparat desa agar bisa bersama-sama dengan dinas tenaga kerja, BP2MI dan Apjati.  (ARMAN R)

Berita Terkait