Jumat, 04 Desember 2020 | 12:18:43 WIB

Kasus Korupsi Desa Lata-lata Pernah Diadukan ke Bupati dan DPRD Halsel, Tapi Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2020 | 16:02 WIB
Kasus Korupsi Desa Lata-lata Pernah Diadukan ke Bupati dan DPRD Halsel, Tapi Diabaikan

Inilah sarana kondisi jalan dan saluran air yang dibangun menggunakan dana desa pada tahun 2016, 2017 dan 2018 di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta, kabupaten Halmahera Selatan, Malut. (FOTO: IST/LINDO)

HALSEL, LINDO – Kasus korupsi penyalahgunaan anggaran Dana Desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang dilakukan oleh Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama pada periode 2016-2017-2018 dan 2019, hingga kini belum juga tuntas.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Lata-lata Anis Kasubae pada media ini mengatakan kasus korupsi anggaran DD dan ADD di desa Lata-lata sudah lama beredar dan sudah diketahui oleh pejabat pemerintah kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yaitu sejak tahun 2016 hingga tahun 2019, namun mereka memilih cuek atas persoalan itu. Mungkin ada alasan lain sehingga desa Lata-lata tidak masuk dalam katagori korupsi.

“Saya dan teman-teman pernah ke kabupaten untuk menemui Bupati Halsel dan anggota dewan Halsel, untuk melaporkan hal itu  ke mereka, tapi sampai sekarang mereka tidak memproses laporan kami. Saya tidak tahu perkembangannya seperti apa, tapi yang jelas kasus ini masih terpendam di birokrasi dan legislatif di Halsel,” kata Anis saat berbincang-bincang dengan media ini melalui sambungan telepon selulernya dari Ternate, Malut, Minggu (28/06/2020).

Lebih lanjut ia menegaskan jika hal ini tidak dilaporkan pada aparat penegak hukum yang ada di negeri ini, maka masyarakat umum, khususnya masyarakat desa Lata-lata tidak akan lagi percaya pada perangkat pemerintahan dalam mengelola negara ini soal status hukum.

“Intinya kami ingin agar kasus ini segera ditangani oleh aparat penegak hukum dan segera dituntaskan supaya masyarakat semua bisa tahu kebenarannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Anis meminta pada semua masyarakat yang ada di desa Lata-lata agar jangan terjebak pada situasi ini. Dia minta agar tetap tenang dan tetap berdoa agar dirinya dan teman-teman bisa tuntaskan kasus ini sampai ke akar-akarnya.

“Pokoknya jangan terjebak dengan pengaruh orang lain, fokus bekerja dan tetap berdoa agar kami bisa selesaikan masalah korupsi ini di jalur hukum. Mohon doanya saja,” ujar Anis.

Diakhir perbincangan Anis meminta agar media ini menunggu informasi secara detail jika mereka sudah berada di kota Ternate. Karena ia tidak ingin informasi ini diterima sepotong-potong, karena takut salah pemberitaan.

“Kalau ingin berita lengkap, bapak tunggu saja setelah kami tiba disitu (Ternate). Karena informasi yang kami berikan nanti akan lengkap semuanya. Jadi tunggu saja pak,” pintahnya.

ALDY M

 

Berita Terkait