Rabu, 05 Agustus 2020 | 00:43:56 WIB

Ketika Dana Desa Terkuak, Kades Malik Panik, Warga Lata-lata Ikut Tegang

Selasa, 30 Juni 2020 | 01:13 WIB
Ketika Dana Desa Terkuak, Kades Malik Panik, Warga Lata-lata Ikut Tegang

Kades Lata-lata Abdul Malik Gama (kanan-lingkaran merah) bersama stafnya saat berada dikebun miliknya yang baru sebesar 2,5 hektar. (FOTO: IST/LINDO)

HALSEL, LINDO – Kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama panik ketika mengetahui kasusnya terungkap di media masa pada Jumat (26/06/2020) malam. Ketika ia mengetahui kasusnya mencuat ke publik, Malik makin gelisah dan resah soal informasi itu.

Terbongkarnya kasus korupsi anggaran dana desa (ADD) dan alokasi dana desa (ADD) senilai miliaran rupiah di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara berkat kerjasama antara masyarakat dengan media.

Demikian dikatakan Ketua Aliansi Himpunan Pelajar Mahasiswa Desa Lata-lata (Hipmadel) Arnol Faici SH, dalam keterangan persnya yang diterima di Ternate, Senin (29/06/2020) malam.

Arnol menegaskan, jika ia dalam posisi kades, maka jalan satu-satunya harus memberikan keterangan pers berupa klarifikasi pada media. Karena memilih diam tidak akan membendung kegelisahan itu, maka sebaiknya kepala desa melalui jabatan pemerintahannya harus melakukan klarifikasi isi pemberitaan itu.

“Jangan memilih diam, lalu mengabaikan informasi itu. Saya kalau diposisi kades akan saya bantah tuduhan itu. Jangan sampai publik menilai bahwa anda benar berbuat,” katanya.

Sementara pada Senin (29/06/2020) pagi secara tiba-tiba Kades Malik Gama mengumpulkan seluruh perangkat desanya, baik itu staf, BPD dan anggotanya melakukan rapat darurat di kantornya di desa Lata-lata.

Dalam rapat itu, sang kades ingin mengetahui informasi secara detail soal kebocoran data-data penggunaan dana desa maupun anggaran alokasi dana desa ke media.

“Tadi pagi kades Malik kumpul semua staf desa dan BPD dikantor desa untuk menanyakan informasi yang ditayangkan oleh media nasional. Pasti ada masyarakat yang membocorkan kepada wartawan soal dana desa, tidak mungkin diam-diam media tahu soal ini,” ujar salah satu warga yang namanya tidak mau dipublikasi.

Usai rapat dengan seluruh staf, anggota BPD, dan tokoh masyarakat, Kades Malik bersama rombongan sebanyak 10 orang bergegas menuju kediamannya di desa Labuha Bacan untuk melakukan klarifikasi melalui media lokal yang ada di Halamhera Selatan.

Kepada warga, Malik Gama juga mengancam akan membawa petugas untuk dimintai keterangan soal laporan warga kepada media. “Tadi dia ancam kami juga, jika tetap tidak mau membuka mulut soal informasi yang kami sampaikan pada wartawan. Kades Malik balik ke rumahnya di Labuha Bacan ada bawa staf desa dan BPD, semuanya jumlah 10 orang. Kami tidak tahu apa yang dilakukan Malik disana, yang jelas abis rapat-rapat Kades Malik langsung pulang saja,” tandas warga lain.

Sementara sekitar pukul 17.34 Wit, kades Lata-lata Malik Gama mencoba menghubungi media ini untuk melakukan klarifikasi, namun diujung teleponnya yang berdialog adalah Sekretaris Desa (Sekdes)  Lata-lata bernama Hendri.

Dalam dialog itu, sang Sekdes Hendri banyak menanyakan soal isi pemberitaan itu. Dia ingin media ini membuka siapa pelaku yang membocorkan informasi dan data-data milik desa pada wartawan. Namun diakhir pembicaraannya, sang Sekdes Hendri menegaskan bahwa kades Malik ingin menjawab pemberitaan yang dituduhkan padanya. Dia berpesan agar kades Malik ingin bekerjasama dengan media ini sebagai mitra kerja.

“Halo... ini pak Aldy, tanya sekdes, ia betul, apa betul bapak yang membuat dan menayakan berturut-turut empat berita pada kades. Ia betul saya yang membuat dan saya yang menayangkan beritanya. Anda dapat informasi dari mana soal tuduhan itu, tanya sekdes lagi. Saya punya bukti data-data penggunaan anggaran DD dan ADD dari tahun 2016, 2017, 2018 dan tahun 2019, saya beritakan sesuai data dan keterangan masyarakat desa Lata-lata. Kalau kades Malik berniat baik maka berikanlah hak jawab soal tuduhan warga,” kata Aldy.

Dalam perbincangan itu, Sekdes Hendri juga menawarkan kerjasama pada media ini, agar pemberitaan itu akan dijawab oleh kades Malik usai jaringan telepon normal kembali pasa hujan deras diwilayah itu.

“Pada intinya kades ingin melakukan klarifikasi pada media anda, jadi nanti kades sendiri yang menelpon bapak dan akan memberikan hak jawab pada media anda. Jadi tunggu hujan redah selama 10 menit, pak kades Malik akan menghubungi bapak untuk memberikan keterangan seputar pemberitaan itu. Jangan dimatikan henpone bapak yah, soalnya kades ingin sekali bacarita dengan bapak,” tutur Sekdes Hendri.

Dia sempat memberikan waktu pada media ini selama 10 menit untuk memberikan keterangan. Namun ditunggu-tunggu waktu yang diberikan oleh sang Sekdes Lata-lata itu tidak terbukti. Hingga berita ini dipublikasi, sang Sekdes Hendri maupun Kades Lata-lata Abdul Malik Gama tidak memberikan keterangan soal isi pemberitaan itu.

ALDY M

Berita Terkait