Selasa, 04 Agustus 2020 | 23:38:20 WIB

Hadapi Pengaduan Korupsi, 25 Pengacara LBH Siap Bela Hak Warga Lata-lata

Minggu, 5 Juli 2020 | 13:51 WIB
Hadapi Pengaduan Korupsi, 25 Pengacara LBH Siap Bela Hak Warga Lata-lata

Sejumlah warga Lata-lata sedang menemui para pengacara LBH Ternate, pada Jumat (4/7/2020) malam. (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - 25 orang pengacara senior dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Ternate menawarkan diri siap membela hak-hak warga desa Lata-lata yang telah berurusan hukum soal pengaduan kasus korupsi di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut), dan pengancaman nyawa warga yang diancam oleh kepala desa Abdul Malik Gama.

Pembelaan itu, akan dituangkan dalam surat perjanjian dan surat pemberian kuasa yang ditandatangani oleh 25 pengacara advokad dan 3 orang perwakilan warga Lata-lata yang berada di kota Ternate. 25 advokad senior itu menyatakan diri siap membela habis-habisan tanpa ada pungutan biaya apapun dari warga Lata-lata yang haknya ditindas oleh kades Malik Gama. Para advokad muda itu berjanji siap melibatkan diri secara habis-habisan untuk membela warga hingga ke meja hijau (pengadilan).

Informasi yang diperoleh dari warga Lata-lata disana, bahwa pengamcaman kepala desa Abdul Malik Gama makin menjadi-jadi karena yang bersangkutan telah mendapat laporan bahwa ada sebagian warganya telah melaporkan dirinya soal korupsi anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) senilai miliaran rupiah ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, pada Jumat (03/07/2020) kemarin.

25 pengacara itu antara lain, 20 orang pengacara dari Kota Ternate, dan 5 pengacara senior dari kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Menurut Wakil Direktur Bidang Pencegahan Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Rajak Idrus, lembaga bantuan hukum kota Ternate, katanya siap membela hak-hak warga yang nasibnya terancam. Selain itu, Jeck begitu ia disapa, mengungkapkan soal kasus korupsi yang dihadapi warga di Kejati Malut, pihaknya sudah mempelajari isi berkas-berkas yang telah didorong ke Kejati Malut, termasuk akan fokus mempersiapkan warga Lata-lata yang menghadapi hukum nanti.

Sementara menanggapi ancaman kades Lata-lata yang akan merencanakan membunuh warganya yang telah melaporkan kasus korupsi di Kejati Malut, 25 advokad berjanji akan memproses laporan warga soal pengancaman pembunuhan Kades Lata-lata Abdul Malik Gama pada Sabtu (04/07/2020) kemarin.

"Dari hasil rekaman, kami sudah mencermati dan mempelajari betul-betul isi ancaman Malik Gama yang telah mengatakan bahwa dia akan membunuh pada warganya yang telah melaporkan kasus korupsi di Kejati Malut. Hari ini kami sudah siapkan delik pengaduan ancaman kades pada warganya, termasuk akan melaporkan kasus ini ke Polda Malut," tandasnya.

ALDY M

Berita Terkait