Selasa, 04 Agustus 2020 | 23:35:57 WIB

Mahasiswa Lata-lata Angkat Bicara Soal Tuduhan Pemerintah Desa dan Tokoh Agama

Senin, 6 Juli 2020 | 12:31 WIB
Mahasiswa Lata-lata Angkat Bicara Soal Tuduhan Pemerintah Desa dan Tokoh Agama

Pemerintah desa dan tokoh masyarakat sedang melakukan rapat dengan masyarakat dikantor desa Lata-lata, pada Kamis (2/7/2020) siang. (Foto: Ist/Lindo)

TERNATE, LINDO - Tokoh pemuda dan mahasiswa dari desa Lata-lata yang berada di Ternate, membantah semua tuduhan yang disampaikan oleh kepala desa Abdul Malik Gama, ketua BPD Lata-lata Adenan Gama, Sekdes Lata-lata Adret Tuepo, Imam Masjid Lata-lata Samad Gama, dan anggota kaur pemerintahan Najar, soal ketiga warganya yang melaporkan kasus korupsi di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pada Jumat (4/7/2020) kemarin.

Menurut salah satu mahasiswa asal desa Lata-lata Eko Kosa kepada media ini menegaskan bahwa pernyataan pemerintah desa, BPD, dan imam masjid desa Lata-lata sebagai bentuk kepanikan soal informasi itu. Sebaiknya menurut dia, pemerintah dan tokoh masyarakat disana jangan memperkeruh keadaan apalagi membuat kegaduhan di mata masyarakat, nanti bisa merugikan mereka sendiri.

"Jangan tuduh dan jangan membuat gerakan tambahan, tetapi siapkan semua bukti-bukti untuk menghadapi pemeriksaan Kejati Malut nanti. Jika kalian terus memprofokasi masyarakat, maka kalian semua akan berurusan dengan hukum," kata Eko usai bertemu dengan pengacara LBH Malut di kantor pengacara di Takoma, Ternate, Senin (06/07/2020).

Lebih lanjut ia menegaskan persoalan kasus korupsi yang dituduhkan kepada kedes lata-lata Abdul Malik Gama yang telah dilaporkan ke Kejati Malut adalah sebuah proses hukum yang sedang berjalan. Maka menurut Eko sebaiknya semua pihak baik itu pemerintah desa dan tokoh masyarakat desa Lata-lata agar bisa menahan diri dan menyerahkan semua itu ke proses hukum.

"Sekali lagi saya tegaskan kasus ini sudah berjalan dan sudah di proses hukum di Kejati Malut, jadi tolong jangan membuat opini yang menyesatkan, nanti anda-anda yang membuat gaduh akan turut diperiksa Kejati Malut. Jadi hati-hati kalau buat stetmen di masyarakat maupun di media," tandas Eko.

Ketika didesak soal ancaman kades Abdul Malik Gama yang akan merencanakan pembunuhan pada ketiga warga Lata-lata yang melaporkan kasusnya di Kejati Malut, Eko hanya menjawab bahwa bukti rekaman pengancaman kades Malik Gama sudah ada di tangan pengacara, dan para advokad itu sudah siap akan membawa masalah ini ke Polda Malut.

"Kami hari ini ke pengacara LBH Malut hanya meminta agar kasus pengancaman pembunuhan tiga warga itu segera dilaporkan ke polisi dan para advokad sudah siap dengan alat bukti-bukti yang akan melaporkan isi rekaman itu," ujarnya.

Sementara itu, rekaman suara pengancaman Kades Lata-lata Abdul Malik Gama yang beredar di media sosial yang akan merencanakan sebuah pembunuhan kepada ketiga warganya itu dilakukan di hadapan warga saat rapat darurat di rumah sekaligus kantor desa Lata-lata, pada Kamis (02/07/2020) siang. Ketiga warga yang dimaksud akan dibunuh oleh kades Malik Gama antara lain, Demianus Garera (65), Anis kasubae (45), dan Niko Gama (60).

"Kalau saya tidak membunuh mereka bertiga, maka saya siap akan turun dari jabatan kepala desa," ancam Kades Malik Gama di depan warga pada saat rapat dengan seluruh masyarakat dan kaur pemerintah, BPD, dan imam masjid desa Lata-lata.

Hingga berita ini dilansir kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, nada sambung di ujung telepon berbunyi "telepon yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan". Pesan singkat yang dkirim media ini juga tidak dibalas, alias dipending.

ALDY M

Berita Terkait