Rabu, 05 Agustus 2020 | 00:30:44 WIB

HCW Nila Laporan LBH Pembela Tanah Air Di Kejati Malut Adalah Pencitraan

Selasa, 7 Juli 2020 | 08:39 WIB
HCW Nila Laporan LBH Pembela Tanah Air Di Kejati Malut Adalah Pencitraan

Wakil Direktur Bidang Pencegahan Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Rajak Idrus. (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Provinsi Maluku Utara menilai laporan resmi yang di sampaikan oleh LBH Pembela Tanah Air tidak memiliki bukti yang akurat dan berpotensi hanya pencitraan.

"Kami juga sudah lama mengikuti proses pembangunan ruko nelayan sejak tahun 2017. Namun HCW tidak berani membuat laporan resmi karna dianggap tidak ada masalah," ungkap Wakil Direktur Bidang Pencegahan Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Rajak Idrus, Selasa (07/07/2020).

Dari keterangannya, HCW, menilai bahwa data-data pembanguan roku nelayan di desa Panamboang, kecematan Bacan Selatan, tidak ada unsur kerugian keuangan negara.

"Kami juga mengkantongi data tersebut, tetapi kami juga pelajari dan mengkaji secara mendalam terkait pembangunan ruko nelayan yang terletak di desa Panamboang, kecematan Bacan Selatan. Tapi tidak ada unsur kerugian negara di dalam itu, atau bisa dibilang tidak ada unsur korupsi di dalam pembagunan ruko nelayan tersebut," kata Jeck sapaan akrabnya.

Dalam kajian dan konfirmasi HCW sejak dari tahun 2018, pembangunan ruko nelaya di Bacan Selatan itu, pekerjaannya di bangun sejak tahun 2017, namun di tahun yang sama, pemerintah provinsi Maluku Utara mengalami soal anggaran termasuk devisit APBD sehingga mengakibatkan ada terkendala dalam proses pembangunan itu.

"Pembagunan nelayan ruko di Bacan Selatan itu, bukan mengalami markup sebab progres pembangunannya sudah melebihi pembayaran, termasuk di pekerjaannya sudah mencapai 50 persen dan itu sudah di bayar pada tahun 2018," katanya.

Jeck mengakui bahwa hasil konfirmasi HCW, pembangunan ruko nelayan telah di audit oleh BPK perwakilan Maluku Utara, dan hasil audit itu, HCW telah mengantongginya. Untuk itu HCW tidak berani membuat pengaduan atau laporan resmi karna dianggap pembangunan tersebut tidak ada masalah.

"HCW sangat tahu progres pembangunan tersebut, dan secara lembaga anti korupsi saya meminta kepada teman-teman di LBH Pembela Tana Air harus lebih jelih dan melakukan telaan dugaan kasus tersebut lebih tuntas, sehingga tidak membuat pencitraan pada lembaga anti korupsi yang lain. Sebab kalau kita membuat laporan resmi harus kita memiliki data yang akurat, bahkan membuat resumi di dalamnya jika ada pelanggaran dan harus di jabarkan secara tuntas di mana pokok pelanggaran kasus tersebut," tandas Jeck.

Dalam kesempatan itu, Jeck meminta agar seluruh elemen lembaga pemantau korupsi agar berhati-hati membuat pelaporan tentang korupsi, jangan sampai hal itu hanya membuat pencitraan saja.

"Apa yang kita laporkan bisa membuat pencitraan orang lain. Terutama orang di anggap sebagai terduga, karna bagi saya di satu sisi pembangunan agak terlambat karena ada terkendala dengan proses pencairan. Sebab keterlambatan sebuah pembangunan bukan karena terjadi markup atau ada unsur lain di dalamnya. jadi harus kita pelajari secara tuntas baru kita laporkan," tukasnya.

Pembangunan ruko nelayan di Bacan Selatan itu adalah proyek dari Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Maluku Utara dan proyek itu hingga kini belum selesai dikerjakan karena masih terkendala soal anggaran.

"Memang benar, pembangunan ruko nelayan itu di bangun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Maluku Utara, dan sampai sekarang proyek itu belum juga selesai di kerjakan. Tetapi kita harus kaji secara mendalam kenapa belum selesai. Kalaupun teman teman LBH Pembela Tana Air menganggap hal itu ada indikasi atas keterlambatan pekerjaan tersebut atau terjadi praktek yang lain, maka saya berharap bisa lampirkan di mana indikasi atau ada unsur lain, sehingga persoalan ini bisa tuntas. Jangan sampai hal itu menjurus pada unsur suka atau tidak suka. Apalagi didalamnya sudah ada konspirasi, itu yang sangat berbahaya," tutur Jeck.

ALDY M

Berita Terkait