Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:29:27 WIB

Kasus Pengancaman Pembunuhan Kades Lata-lata ke Warganya Lanjut ke Polisi

Kamis, 9 Juli 2020 | 20:14 WIB
Kasus Pengancaman Pembunuhan Kades Lata-lata ke Warganya Lanjut ke Polisi

Sejumlah warga sedang membuat laporan ancaman pada LBH Malut di Ternate, Malut, Kamis (09/07/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - Kasus pengancaman pembunuhan yang dilakukan oleh kepala desa (kades) Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan, Abdul Malik Gama akhirnya berlajut ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Maluku Utara (Direskrimum Polda Malut).

Dalam pernyataan di depan pengacara, Aktifis Hukum Universitas Mauhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Arnol Faici mengatakan bahwa kasus pengancaman pembunuhan yang dilancarkan oleh Kades Malik Gama pada warganya baru-baru ini adalah hal yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat ditingkat desa seperti kades.

"Kami ada dapat laporan dari warga Lata-lata bahwa disana kades Lata-lata Abdul Malik Gama telah mengancam akan membunuh warganya yang melaporkan kasus korupsi di Kejati Malut. Makanya kedatangan kami hari ini ke pengacara lembaga bantuan hukum (LBH) Malut untuk mengadukan soal ancaman itu ke polisi. Pak pengacara juga sudah siap, dan besok akan kami laporkan kasus ini ke Polda Malut," katanya di kantor LBH di Ternate, Malut, Kamis (09/07/2020) siang.

Dia menegaskan, semua alat bukti dan saksi-saksi sudah dikumpulkan ke pengacara LBH. Selanjutnya nanti pihak LBH yang akan melaporkan kasus ini ke polisi. Dan selebihnya kata dia, akan diserahkan sepenuhnya pada pengacara atau ke kepolisian.

"Ini negara hukum dan tidak ada orang yang kebal dalam hukum, jadi jangan main ancam-ancam orang. Apalagi jaman sekarang ini, semuanya sudah tehnologi, berani kamu ancam orang, maka ranahnya ya hukum juga," tandas Arnol.

Sedangkan dalam kasus ini Arnol menilai bahwa ancamam pada setiap orang ada delik hukumnya yaitu mengucapkan atau berniat maka dsitu sudah ada hukum pidananya.

"Kalau kita sedang emosi harus kontrol dan jangan sekali-kali mengeluarkan kata-kata membunuh pada orang, nanti ancaman itu bisa jadi fatal. Kasus pengancaman kades Lata-lata ini adalah contoh yang paling buruk dimata masyarakat. Apalagi dia itu pejabat desa yang perlu menjadi contoh pada masyarakatnya," papar Arnolaqqa.

Pria jebolan universitas Muhammadiyah jurusan hukum pidana ini mengungkapkan bahwa panglima tertinggi di negeri ini adalah hukum, makanya ia berharap pada semua pihak yang sengaja ataupun tidak sengaja jangan mencoba-coba bermain dalam ancaman itu.

"Mengancam orang dalam emosi itu harus dikontrol, jangan semaunya kamu saja. Kalau kamu berani ancam membunuh maka disitulah hukum bisa mengancam diri kamu sendiri," tuturnya.

Menurut informasi dari LBH Malut, para warga yang melaporkan kasus ini ke kepolisian pada Jumat (10/07/2020) siang adalah warga yang telah membongkar kasus korupsi ADD dan DD tahun 2016 hingga tahun 2019 milik desa Lata-lata.

Rencananya, LBH Malut akan mendampingi para korban dan saksi-saksi, termasuk akan menunjukan alat bukti rekaman ancaman pembunuhan yang disampaikan oleh kadesnya sendiri.

ALDY M

Berita Terkait