Senin, 03 Agustus 2020 | 22:05:19 WIB

Danlantamal XII Pontianak Dampingi Pangkoarmada I Press Release Penangkapan Kapal Ikan Asing

Sabtu, 11 Juli 2020 | 11:23 WIB
Danlantamal XII Pontianak Dampingi Pangkoarmada I Press Release Penangkapan Kapal Ikan Asing

(FOTO : DISPENLANTAMALXII/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pangkoarmada I Laksda TNI Ahmadi Heri Purnomo, S.E.,M.M., didampingi Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak Laksma TNI Agus Hariadi, melaksanakan “Press Release” terkait penangkapan Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Cina MV. Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 oleh KRI Bubara-868, di Dermaga Satrol Lantamal XII Jeruju, Jalan Komyos Sudarso No.1 Jeruju, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (9/7/20).

Press Release yang disampaikan Pangkoarmada I kepada awak media Televisi dan Online yang ada di Provinsi Kalbar sehubungan adanya informasi penangkapan terhadap KIA, MV. Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yu 118 yang diduga membawa jenazah meninggal Warga Negara Indonesia (WNI) oleh KRI Bubara – 868.

“Saya ingin update tentang penangkapan dan pengamanan MV. Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yu 118, kemarin pagi sekitar jam 07.00 Danguskamla dan saya mendapatkan informasi dari Athal Singapura dari BIN dan dari Bakamla tentang adanya dua buah kapal asing yang akan melintas di Samudera Indonesia menuju Singapura dalam rangka isi ulang bahan bakar salah satu diantaranya dicurigai ada membawa jenazah abk yang berasal dari Indonesia," ungkap Pangkoarmada I.

Pada jam 08.30 lanjutnya, KRI Bubara berhasil mendeteksi kedua kapal tersebut dan melaksanakan pencegatan pada saat itu informasi tersebut sudah diterima oleh stakeholder yang lain dalam hal ini Polair, Bakamla kemudian KKP, KPLP sehingga mereka juga mengerahkan unsurnya.

Pangkoarmada I juga mengatakan, pada awal saat KRI Bubara-868 melaksanakan pengejaran sembari kita dorong keluar dari Traffic Separation Scheme (TSS) karena di wilayah TSS kita tidak boleh melaksanakan pemeriksaan kapal. Sekitar jam 09.30 pihaknya berhasil mengeluarkan Kapal tersebut dari wilayah TSS, sehingga dilaksanakan pendekatan dan penangkapan namun mereka berusaha lari akhirnya kita bersama-sama dengan kapal-kapal dari institusi yang lain Polair, Bakamla, KKP, KPLP berhasil memberhentikan kapal tersebut pada pukul 10.30 dan benar setelah dicek ada mayat seseorang yang diduga adalah Warga Negara Indonesia dan diduga terjadi tindak kekerasan.

Kedua kapal KIA MV. Lu Huang Yuan Yu saat ini diamankan di Lanal Batam untuk dilaksanakan pendalaman lebih lanjut dan dimintai keterangan terhadap WNI yang ikut menjadi abk kapal tersebut. Kemudian untuk mayat saat ini sedang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilaksanakan otopsi dan penyelidikan lainnya dan keluarganya sudah didatangkan dari lampung untuk melihat mayat tersebut.

Berdasarkan Crew List KIA MV. Lu Huang Yuan Yu ada 36 orang abk setelah dicek fisik ternyata hanya ada 35 orang, dalam Crew List tersebut tertulis 10 orang ABK merupakan WNI, namun setelah dilakukan pengecekan hanya ada 9 orang. Kemudian dilakukan pencarian dan diketemukan sudah meninggal dan diamankan dalam Cool Storage atau tempat pendingin sehingga awet mayat tersebut. (ARMAN R)

Berita Terkait