Kamis, 03 Desember 2020 | 17:40:24 WIB

Lembaga HCW Yakin Kasus Korupsi ADD dan DD Lata-lata Akan Ditangani Kejati Malut

Kamis, 16 Juli 2020 | 16:13 WIB
Lembaga HCW Yakin Kasus Korupsi ADD dan DD Lata-lata Akan Ditangani Kejati Malut

Warga Lata-lata sedang menyerahkam berupa berkas kasus korupsi dana desa Lata-lata di Kejati Malut, Jumat (3/7/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

"Saya Minta Kejati Malut Jangan Serahakan Kasus Korupsi Desa Lata-lata jangan Dialihkan ke Kejari Halsel, karena kasus itu yang paling terbesar di Maluku Utara. Khususnya Dana Desa.

TERNATE, LINDO - Lembaga Anti Korupsi Halmahera Corupption Watch (HCW) Provinsi Maluku Utara mendesak pada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut) agar segera memeriksa dugaan kasus korupsi anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang dilakukan oleh kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama beserta jajarannya di desa Lata-lata sejak pada tahun 2016 hingga tahun 2019.

Demikian hal itu ditegaskan oleh Wakil Direktur Lembaga Anti Korupsi HCW provinsi Maluku Utara, Rajak Idrus, pada media ini di kantor Pemuda Pancasila provinsi Maluku Utara, pada Kamis (16/07/2020).

Ia mengatakan kasus korupsi desa Lata-lata adalah masuk dalam pemantauan HCW, bahkan Lembaga Anti Rasua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga ikut memantau lewat sistem JAGA yang di bentuk oleh KPK. Dan hal itu sudah dilaporkan oleh HCW ke akun sistem JAGA.

"Kasus ini sudah kami laporkan ke aplikasi JAGA milik KPK, makanya HCW juga ikut mengawal hingga tuntas kasus ini. Untuk itu saya minta pada Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara agar benar-benar fokus soal kasus dana desa di Lata-lata supaya menjadi prioritas penyidik Kejati Malut," tandasnya.

Lebih lanjut kata dia, agar tidak berlarut-larut dalam kasus ini, Jeck begitu ia disapa berharap agar kasus korupsi dana desa di desa Lata-lata sebaiknya Kejati Malut yang menuntaskan, jangan sampai ada kesan bahwa kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan (Kejari Halsel).

"Dari awal kasus ini HCW sudah ikuti memantau dan sudah melakukan pengawalan, karena ranting korupsinya sudah di atas 1 miliyar lebih, makanya kami sangat perhatian sekali dengan gaya korupsi kades Lata-lata Abdul Malik Gama yang selama ini ia lakukan. Kami juga berharap agar kasus ini jangan sampai ada pengalihan dari Kejati Malut ke Kejari Halsel. Harus cepat bereaksi dan segera diselediki oleh Kejati Malut, agar publik tahu kejelasannya," kata Jeck.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pada lembaga Adhyaksa itu agar benar-banar fokus dan segera merealisasikan pelaporan warga soal dugaan kasus korupsi dana desa di desa Lata-lata pada beberapa waktu lalu itu. Jika dialihakan, Jeck yakin bahwa kasus itu akan mandek di dalam perjalanan. Karena ia yakin jika kasus ini diserahkan ke Kejari Halsel, maka nasibnya akan sama dengan kasus-kasus korupsi dana desa yang lain yang pernah ia tangani di kejari Halsel.

"Saya hanya ingatkan pada Kejati Malut agar benar-benar fokus dan cepat ditangani soal kasus korupsi dana desa yang ada di desa Lata-lata. Kalau sampai Kejati Malut serahkan kasus ini ke Kejari Halsel maka nasibnya akan mandek ditangan Kejari Halsel. Kenapa saya katakan demikian, karena saya pernah melaporkan kasus dana desa di Kejati Halsel dan itu hanya jalan di tempat. Dugaan Saya kalau kasus korupsi Lata-lata di giring ke Halsel, maka akan tidak jalan, dan berpotensi tidak ada efek jerah," jelasnya.

Selain itu dalam wawancaranya, pria yang suda cukup lama melintang mengawal kasus korupsi di Maluku Utara ini sangat memberikan apresiasi pada Kepala Kejati Malut yang baru menjabat, dan telah bersusah payah untuk membongkar dan mempenjarakan sejumlah kasus korupsi lainnya yang ada di Maluku Utara, termasuk kasus korupsi dana desa yang ada di Halmahera Selatan.

"Ini yang paling penting, saya salut dan memberikan apresiasi pada Kepala Kejati Malut yang sudah bersusah payah membongkar sejumlah kasus besar yang ada di Malut ini. Oleh sebab itu saya minta pada kepala Kejati, yang baru menjabat di Kejati Malut agar benar-benar harus serius tuntaskan kasus dana desa Lata-lata yang ada di Halsel itu. Karena korupsinya sudah mencapai miliyaran rupiah, dan ini sangat berbahaya sekali kalau kasusnya dilimpahkan ke Kejari Halsel," paparnya.

Diakhir wawancaranya, Jeck menyarankan agar Kejati benar-benar harus menunjukan taringnya pada publik soal kasus korupsi di Halsel. Dan jangan kalah bersaing dengan kepolisian daerah Malut yang turut ambil bagian ikut memeriksa kades Lata-lata yang memgancam warganya akan membunuh dan mengubur hidup-hidup karena telah melaporkan kasus korupsi di Kejati.

"Sekali lagi saya sarankan pada Kejati Malut bahwa mereka harus buktikan pada publik soal kasus ini, jangan ada kesan bahwa kejati Malut yang mengulur-ngulur waktu, lalu Kejari Halsel yang berperan dalam kasus ini. Pokoknya jangan kalah bersaing dengan Polda Malut yang juga ikut menyelidiki kasus ancaman pembunuhan pada ketiga warga Lata-lata yang di ancam oleh kades Malik Gama," tuturnya.

ALDY M

Berita Terkait