Rabu, 30 September 2020 | 01:32:00 WIB

Menaker Ida Bagikan 1,6 Juta Alkes Covid-19 Produksi BLK Seluruh Indonesia

Selasa, 21 Juli 2020 | 18:20 WIB
Menaker Ida Bagikan 1,6 Juta Alkes Covid-19 Produksi BLK Seluruh Indonesia

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

SERANG, LINDO - Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2020, jumlah tenaga kerja sebanyak 137,91 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebanyak 6,88 juta orang atau sekitar 4,99 persen.  Angka ini tentunya makin besar akibat dampak pandemi Covid-19 yang dialami seluruh dunia.

“Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia membuat Pemerintah menerapkan sistem beraktivitas dari rumah. Masyarakat diharuskan untuk belajar, bekerja, serta beribadah dari rumah masing – masing,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah, saat membuka acara Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang II dan Penyerahan Hasil Pelatihan Penanganan Dampak Covid-19, di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Propinsi Banten, Selasa (21/7/20).

Dampaknya lanjut Menaker, aturan tersebut membuat para pekerja dan karyawan yang terpaksa dirumahkan, dikurangi gajinya. Bahkan, beberapa perusahaan sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), padahal mereka masih produktif untuk bekerja.

Menurutnya, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan dan perekonomian, tetapi juga pada tenaga kerja. Data yang dikumpulkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, pada Mei 2020 setidaknya sekitar 3,05 juta tenaga kerja terdampak Covid-19.

Untuk itu, Menaker minta akselerasi upaya untuk pemulihan sektor ekonomi akibat pandemi Covid-19 harus segera dilakukan. Agar industri dapat kembali bangkit, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi penyerapan pengangguran.

Pada kesempatan itu, Menaker membagikan 1,6 juta produk Alat Kesehatan (Alkes) Covid-19 hasil produksi pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) seluruh Indonesia guna mendukung penanganan Covid-19.

Hasil produksi alkes tersebut didistribusikan dan dihibahkan secara serentak dan  gratis kepada Satgas Penanggulangan Covid-19, rumah sakit, lembaga keagamaan, serikat pekerja/buruh, dan lainnya.

"Pemerintah berupaya menyiapkan sejumlah langkah untuk pengamanan Covid-19 dan dampaknya, termasuk mengerahkan program pelatihan kerja di BLK,” terang Ida.

Menurut Ida, dalam menghadapi pandemi Covid-19, Kemnaker telah melakukan refocusing program tanggap Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK, baik BLK UPTP, BLK UPTD, maupun BLK Komunitas.

BLK kata Ida, diarahkan untuk menyelenggarakan pelatihan penanganan dampak Covid-19 yang ditujukan untuk menyiapkan dan memproduksi barang/alat yang dapat membantu masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19.

Untuk mempercepat penanganan dampak Covid-19 maupun peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kebijakan yang dibuat di daerah harus selaras dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat.

"Berbagai kebijakan yang dibuat merupakan bagian dari upaya membangun dan menciptakan ekosistem perekonomian nasional yang kondusif dan berdaya saing," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker Ida secara simbolis menyerahkan hasil pelatihan penanganan Covid-19 kepada perwakilan Pondok Pesantren, Serikat Pekerja, P3MI, serta peserta pelatihan PBK. Alkes yang diberikan, yakni 1700 face shield, 4000 masker, 108 Hazmat, 16 wastafel portable dan 32 wastafel otomatis.

"Kepada penerima bantuan hasil pelatihan penanganan dampak Covid-19, saya berharap semoga alat-alat ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi penyebaran Covid-19," harap menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas) Bambang Satrio Lelono dalam sambutannya mengatakan, sejak Covid-19 merebak, pihaknya telah melaksanakan program tanggap Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK. Pelatihan di BLK diarahkan untuk menghasilkan produk-produk kesehatan Covid-19.

Menurutnya, sebanyak 8.876 peserta pelatihan di seluruh BLK, telah membuat Alat Kesehatan (Alkes) yang diperlukan masyarakat untuk mencegah Covid-19. Pembuatan alkes tersebut melibatkan 23 BLK UPTP, 71 BLK UPTD, dan 10 BLK Komunitas.

"Hasilnya dapat diproduksi sebanyak 1,5 juta masker, 47 ribu APD, 50 ribu hand sanitizer,  26 ribu face shield, dan 1.116 wastafel," ungkap Satrio.

Ia menjelaskan, hasil pelatihan penanganan dampak Covid-19 di BBPLK Serang, sebagian telah didistribusikan melalui Satuan Penanggulangan Covid-19 di wilayah Kota dan Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Serang, Syafrudin, Kepala BBPLK Serang Agung Nur Rohmad, Kadisnaker Serang, Akhmad Benbela dan Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Serang. (ARMAN R)

Berita Terkait