Rabu, 30 September 2020 | 01:24:23 WIB

Kejati Janji Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Desa Lata-Lata Senilai 1,6 Miliar

Kamis, 23 Juli 2020 | 18:46 WIB
Kejati Janji Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Desa Lata-Lata Senilai 1,6 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati-Malut), Erryl Prima Putra Agoes saat berdialog dengan warga Lata-lata soal kasus korupsi ADD/DD di kantor Kejati Malut di Ternate, Malut, Kamis (23/07/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

TERNATE, LINDO - Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati-Malut), memastikan akan mengusut dugaan kasus penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) senilai Rp.1,6 miliar di desa Lata-Lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara (Malut).

Demikian hal itu ditegaskan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati-Malut), Erryl Prima Putra Agoes saat menemui peserta aksi unjukrasa dari Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata dan Himpunan Pelajar Pemuda Mahasiswa Desa Lata-lata di kantor Kejati Malut, Kamis (23/07/2020) pagi.

Kejati menegaskan pihaknya akan selalu monitoring penanganan soal kasus korupsi ADD/DD milik desa Lata-lata yang telah dilaporkan oleh warga dan mahasiswa desa Lata-lata beberapa waktu lalu yang saat ini sudah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan (Kejari Halsel).

“Selaku pimpinan saya akan terus monitoring penanganan kasus ADD dan DD yang sudah dilaporkan oleh masyarakat beserta mahasiswa dari desa Lata-lata ke Kejaksaan Tinggi Malut,” tegas Kepala Kejati di hadapan massa aksi yang menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejati Malut, Kamis (23/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Kejati, memberikan apresiasi atas kadatangan masyarakat beserta mahasiswa Desa Lata-lata untuk menyampaikan aspirasinya ke Kajati Malut.

Dia juga meminta pada massa aksi untuk bersabar, karena proses sebuah kasus korupsi apalagi ADD/DD harus dilakukan secara bertahap dan meminta massa aksi untuk terus memantau perkembangan masalah ini.

"Saya minta anda sabar saja. Percayakan saja pada saya, saya akan tindas korupsi yang memakan uang negara. Saya pimpinan disini, Kejari itu bawahan saya akan saya perintahkan dalam satu bulan ini kasus ini segera diseriuskan," tandas Kejati.

Menurutnya, penyelidikan kasus korupsi desa Lata-lata harus sesuai standar operasi prosedur (SOP), untuk itu kasus penyalahgunaan anggaran ADD dan DD dari desa Lata-lata akan dipelajari oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel untuk menindak lanjuti laporannya.

“Kasusnya sudah diserahkan ke Kejari Halsel bukan berarti Kejati tidak mau mengerjakan, tetapi ranahnya masih di wilayah Kejari Halsel. Dan Kejari Halsel adalah perpanjang tangan juga dari Kejati Malut maka prosesnya ada di Kejari Halsel,” tandasnya.

Erryl menyebut untuk penanganan kasus korupsi di Kajati membutuhkan waktu, oleh sebeb itu, dia meminta masyarakat Lata-lata mempercayakan setiap kasus yang dilaporkan ke pihak Kejaksaan dan itu akan tetap diproses.

“Kami sudah menindaklanjuti jadi mohon bersabar, secara profesional sangat dihargai sehingga proses tetap diawasi di Kejati Malut,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan semangat pada peserta aksi massa dengan memberikan yel yel berupa merdeka.. merdeka.. merdeka, hidup rakyat, dan dijawab oleh peserta aksi, merdeka, merdeka dan hidup rakyat.

Sedangkan massa aksi yang menemui Kepala Kejati Malut adalah warga desa Lata-lata dan mahasiswa desa Lata-lata yang jumlahnya mencapai 50 orang. Mereka datang menggunakan mobil pic'up warna putih beserta alat peraga berupa sound system, spanduk ukuran 4 meter, pamflet yang bertuliskan menghujat kadesnya yang telah korupsi dana desa yang nilainya mencapai 1,6 miliar.

ALDY M

Berita Terkait