Sabtu, 26 September 2020 | 14:32:47 WIB

GMBB Mohon Bantuan Presiden Jokowi Agar Jonathan Sihotang Lolos Dari Hukuman Mati

Minggu, 26 Juli 2020 | 19:10 WIB
GMBB Mohon Bantuan Presiden Jokowi  Agar Jonathan Sihotang Lolos Dari Hukuman Mati

(FOTO : GMBB/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Generasi Muda Batak Bersatu (GMBB) menyerukan ikut andil kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar tenaga Kerja asal Indonesia, Jonathan Sihotang dapat diberikan keringanan hukuman yang saat ini sedang dihadapinya pada pengadilan tertinggi negara Malaysia. 

“Kami memohon dan berharap agar Bapak Presiden Jokowi dapat menggunakan kekuatan diplomatiknya untuk membantu anak bangsa Jonathan Sihotang agar tidak diberikan hukuman mati, melainkan hukuman yang seringan – ringannya," kata Ketua Umum (Ketum) GMBB Pdt. Ronny Simbolon, S.Th., S.E, Minggu (26/7/20).

Menurutnya, Jonathan Sihotang sama sekali tidak ada maksud untuk melakukan pembunuhan itu. Jonathan hanya merasa sakit hati atas perlakuan yang tidak mengenakkan dari majikannya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjend) GMBB Oloan Nadeak, S.H  Ia mengatakan, bahwa Jonathan Sihotang hanyalah bermaksud untuk meminta Upah/gaji sebagai hak mutlak bagi pekerja pada umumnya yang seharusnya dia terima dari majikannya yang setelah sekian lama tidak dibayarkan.

“Jonathan Sihotang awalnya hanya meminta hak yang selama ini dia terima dengan baik oleh Majikannya yang pertama. Oleh karena majikan yang pertamanya telah meninggal dunia, maka digantikanlah dengan majikannya yang sekarang ini (Menantu dari Majikan yang pertama). Namun setelah setahun belakangan ini dengan majikan yang baru, Jonathan Sihotang tidak diberikan haknya sebagai pekerja, yaitu selama kurang lebih satu tahun," ungkap Oloan

Menurutnya, perusahaan yang dikelola oleh majikannya itu harusnya juga mendapat teguran yang serius. Bagaimana mungkin orang bekerja baru satu tahun di bayar. "Bagaimana dengan kehidupan sehari – hari pekerja apabila digaji dalam satu tahun ?. Mestinya hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi perusahaan – perusahaan yang mempekerjakan tenaga Indonesia diluar negeri sana,” ujarnya.

Oloan menambahkan, GMBB saat ini memang sedang membentuk Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mempunyai visi dan misi untuk mempersatukan dan menjadikan Orang – Orang Batak yang bermartabat dan berintelektual ini, tergerak untuk ikut menyuarakan apa yang menjadi keinginan dari orang tua Jonathan Sihotang yaitu Asdin Sihotang (58) dan Maslina Nainggolan (60) agar  anaknya tidak dihukum mati oleh pemerintahan diraja malaysia, melainkan hukuman yang seringan – ringannya karena memang tidak ada niat dari Jonathan Sihotang untuk melakukan pembunuhan tersebut.

“Mudar Namakkuling, dibagasan holong namauliutus, dengan ini kami memohon kepada Presiden Joko Widodo agar dapat mendengar aspirasi kami sebagai Bangso Batak yang cinta akan NKRI untuk dapat membantu Jonathan Sihotang agar diberikan hukuman yang seringan – ringannya," kata Ketua Umum (Ketum) GMBB Ronny Simbolon.

Sementara itu, menurut Direktur LBH Dewan Pimpinan Nasional (DPN) GMBB Roberto Sihotang, SH, menilai, peristiwa pembunuhan tersebut dari berbagai sumber informasi yang didapat, sama sekali tidak ada mencerminkan keinginan dari Jonathan Sihotang untuk melakukan Pembunuhan terhadap Majikannya. 

“Saya menilai, apa yang dilakukan oleh Jonathan Sihotang tersebut bukanlah murni atas keinginan dia dari lubuk hatinya yang paling dalam. Jonathan Sihotang dalam keadaan yang Kalap (begitu emosinya) karena gajinya yang selama setahun seharusnya dibayarkan oleh majikannya ternyata tidak dibayarkan sebagaimana mestinya yang harus dia dapatkan. Malahan hal yang paling dianggap penghinaan adalah pada saat uang (Gaji yang tidak sesuai) tersebut dilemparkan ke muka Jonathan Sihotang," ujarnya.

Menurut Roberto, tindakan melemparkan uang ke muka Jonathan Sihotang) adalah suatu penghinaan, yang menginjak - injak Hak Asasi Manusia (HAM) maupun Harga Diri dari Jonathan Sihotang. Ia adalah orang Batak, kebetulan beliau satu marga dengannya, yaitu Marga Sihotang. Kami dididik untuk selalu menghargai siapa saja dan selalu mengedepankan Prinsip Musyawarah bagi masyarakat Batak.

GMBB kata Roberto, menilai bahwa memang benar pembunuhan itu telah dilakukan oleh Jonathan Sihotang (32) terhadap majikannya yang bernama Sia Seok Nee (44) di kilang Toto Food Trading, Kampung Selamat, Tasek Gelugar, 19 Desember 2018 silam. 

Akan tetapi, GMBB berharap Majelis Hakim pada Pengadilan Tertinggi di Negara Malaysia sana dapat mempertimbangkan alasan – alasan yang meringankan bagi Jonathan Sihotang sehingga dapat diberikan keringanan hukuman (tidak mendapatkan hukuman mati). 

"Semoga Presiden Jokowi dapat mendengarkan aspirasi ini dan dapat menggunakan kekuatan Diplomasinya untuk hal ini," harapnya. (ARMAN R)

Berita Terkait