Sabtu, 19 September 2020 | 22:10:40 WIB

Cerita Surat Wasiat, Harta Sultan Jailolo Hingga Berkelahi Dalam Keraton

Kamis, 30 Juli 2020 | 00:04 WIB
Cerita Surat Wasiat, Harta Sultan Jailolo Hingga Berkelahi Dalam Keraton

Sultan Ahmad Syah dan permaisuri sultan sedang berdialog dengan sultan baru Amar Maruf di keraton Jailolo, Halmahera Barat, Senin (27/07/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

JAILOLO, LINDO – Mantan Jou Hukum Kesultanan Jailolo, Amar Maruf kembali mendatangi Keraton Jailolo dan memintah Sultan Jailolo, Ahmad Sjah dan pengurus dalam kesultanan Jailolo untuk mengosongkan Keraton Kesultanan Jailolo dengan alasan karena akan ada pelantikan Sultan Jailolo yang baru oleh Raja Salman (Raja Arab) dalam waktu dekat ini.

Kedatangan Amar Maruf ini sebelumnya disampaikan melalui media sosial (Medsos) dengan menggunakan Akun Facebook atas nama, Ahmad Majar yang katanya pengikut Amar Maruf, dalam pengumuman yang diposting oleh akun facebook Ahmad Majar itu yakni, ‘SENIN 06 DJULHIDJJAH 27 Juli 2020. ISI PENGUMUMAN, As wr wb. Suba se salam se jongon moi moi, baba se ema, yaya se goa, hira se Bira Iyo se nongoru. Babilkhusus perangkat adat kesultanan Jailolo dan masyarakat adat Jiko makulano yang dimuliakan bagi siapa dgn ikhlas datang ke pelabuhan Jailolo menjemput serta mengantarkan Kolano Akhirul Zaman Masuk Kadaton Kesultanan Jailolo. Maka segera menghubungi panitia 20 untuk mengisi buku tamu sesuai identitas KTP dengan tertib sesuai protokol covid 19, agar terdata secara sah untuk mendapatkan hadiah berupa jatah Umroh gratis bagi yang beragama Islam, dan wisata rohani bagi yg beragama Nasrani bersama Kolano dengan pesawat pribadi Kolano Amar Ma’ruf Air Lines yang sementara berada di Jerman. Demikian isi pengumuman, atas perhatian dan kerja samanya kami hanturkan syukur dofu dofu.’ dari pengemuman diatas membuktikan kalau Amar Maruf pada, (27/07/2020) tadi telah betul mendatangi Karaton kesultanan Jailolo untuk menunjukan beberapa surat termasuk surat Wasiat dari Almarhum Sri Sultan Jailolo.

“Surat wasiat itu berisi ada dua harta peninggalan kerajaan kesultanan Jailolo di tanah sulawasi tepatnya di Manado itu menjadi hak dari bapak Amar Maruf dan didalam surat tersebut ditandatangani lansung oleh ou Tia (Almarhum Sri Sultan Jailolo) dan di dalam surat tersebut juga telah memberikan hak ahli waris oleh ou Tia Kepa bapak Amar Maruf, dan saya sebagai saksi pada saat itu,” ungkap Awat Lolori yang katanya sebagai saksi penandatanganan surat wasiat oleh Sultan jailolo, pada saat menjabat sebagai Tulilamo di Kesultanan Jailolo.

Sementara Sri Sultan Jailolo, Ahmad Sjah saat dikonfirmasi bahwa, kedatangan Amar Maruf yang di dampingi Awat Lolori ini tidak ada pemberitahuan ke Karaton.

”Jadi kalau mereka pesoalkan soal Harta Kesultanan Jailolo yang ada di dua gunung di Manado menjadi hak mereka ya silakan saja urus sesuai aturan di Manado sana, tetapi tiba-tiba bukan hanya bicarakan soal dua gunung di Manado tetapi meminta saya (Sultan Jailolo) untuk mengosongkan Keraton karena nanti ada pelantikan Sultan baru yaitu dirinya, ini kan tidak masuk akal,” ujar Sri Sultan dengan nada kesal.

Sultan (Ou Jailolo) juga mengatakan bahwa, kami bisa menerima ada pelantikan Sultan di Keraton ini namun harus mengikuti aturan-aturan yang sudah di terapkan dalam kesultanan Jailolo ini.

”Jadi saya (ou jailolo) bisa terima ada pelantikan di sini tapi harus undang semua bala mulai dari Ibu sampai Saria untuk mengikuti prosesi pelantikan itu, dan itu haru ikut prosedur dalam Adat se Istiadat Kesultanan Jailolo, bukan datang lalu bilang bahwa saya ahli waris di Kerajaan ini dan menyuru kami kosongkan Karaton, bukan dengan cara begitu,”jelas Ou.

Dari pantauan media ini, kedatangan Amar Maruf bukan menimbulkan hal yang baik, namun memicu konflik, hingga terjadi perkelahian besar antara Amar Maruf dan para pengurus yang ada dalam Keraton Kesultanan Jailolo Hinga Amar Maruf di amankan oleh pihak kepolisian Polres Halmahera Barat.

Sementara salah satu pengurus Karaton Kesultanan Jailolo yang namanya tidak mau di publis di media menyampaikan bahwa, Amar Maruf ini sudah berulang kali telah menipu pihak kesultan Jailolo dan dia pihak kesultanan sudah pernah melaporkan ke Polres Halbar.

"Pernah dia datang bawa kris katanya itu kris dari pak Sukarno yang berasal dari Kerajaan Kesultanan Jailolo, pada saat itu sempat menghebohkan masyarakat adat yang ada di Kesultanan Jailolo, ternyata kris itu palsu dan dia itu Sultan sudah pecat dari Jabatan Juo Hukum Kesultanan Jailolo. Hari ini dia datang lagi dengan agenda pelantikan dia sebagai Sultan Jailolo untuk mengganti sultan Ahmad Sjah, dan kata dia nanti yang akan lantik dirinya itu Raja Salman (Raja Arab). Ini kan namanya penipuan, jadi kami harap polres halbar segera tangkap orang ini,” tuturnya menutup.

MP/AD

Berita Terkait