Sabtu, 19 September 2020 | 22:29:17 WIB

PKL Sayur Mayur Pasar Basanohi Keluhkan Bangunan Pasar Dan Saluran Pembuangan Air Kotor

Selasa, 4 Agustus 2020 | 15:08 WIB
PKL Sayur Mayur Pasar Basanohi Keluhkan Bangunan Pasar Dan Saluran Pembuangan Air Kotor

Foto Imel-LINDO: Suasana Pasar Basanohi Sanana.

LINDO Sula-Pembangunan tambahan di areal pasar sayur mayur Desa Fogi Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula ditolak oleh sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di pasar rakyat Basanohi,Senin (03/08/20)


Pantauan media ini di lokasi pasar basanohi, sejumlah PKL menyampaikan bahwa pembangunan pasar sayur-mayur yang telah di bangun oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustiran dan Koperasi (Disorindakop) Pemda Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang saat ini di tempati itu tidak layak.


Seperti salah seorang PKL Rosmi Lek menyampaikan bahwa, bangunan pasar yang di khususkan untuk PKL yang menjual sayur mayur kini tidak layak di huni karena mengalami kebocoran pada atap dan saluran pembuangan air kotor di dalam bangunan pasar tersumbat, Padahal pajak perbulan dan retribusi perhari di bayar oleh pihak PKL, namun keluhan sejumlah PKL yang berjualan di sekitar pasar suda disampaikan berulang kali kepada pemerintah daerah sampai saat ini tidak di indahkan, malah ada perencanaan bangun tambah lagi.

 "kami (pedagang) bukan mau melawan pemerintah untuk menolak jangan membangun di areal pasar sini, tapi sebelumnya pihak pengelola pasar melarang kami (PKL) untuk jangan berjualan di depan banguna pasar karena itu lokasi jalan yang mau di kerjakan, Padahal kenyataannya lokasi yang di kosongkan katanya akan di bangun taman lagi", Ucapnya.


Menurut Rosni, Bisa saja membangun tetapi pemerintah harus perbaiki dulu bangunan pasar yang kami tempati saat ini, karena bangunan pasar yang kami tempati saat ini tidak layak di huni, sebab jikalau musim hujan tiba seperti sekarang ini, atap semua bocor makanya kami pasang terpal, Kalau tidak pasang terpal maka jualan kami akan basah dan pasti rusak,tutur nya dengan nada kecewa.
 
"Bukan hanya bocor, tetapi pembangunan pasar yang ditempati kami saat ini, saluran pembuangan air kotor juga tidak tahu jalan kelur nya alias tersumbat makanya mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat dan tidak enak, padahal setiap hari kami bayar retribusi tapi setiap keluhan kami tidak di hiraukan oleh pemerintah",Jelasnya dengan kesal.


Secara Terpisah, Munir H. Jafar salah satu pemilik petak yang berjualan beras yang telah mengalami kerugian yang di sebabkan oleh bocornya atap bangunan hingga menembus kedalam petak beras sehingga sejumlah beras rusak dan tidak bisa di jual lagi.

 "gara-gara atap banguna bocor sejumlah beras saya juga ikut basah dan rusak, padahal setiap bulan saya bayar pajak Rp. 90.000," ungkapnya.


Sejumlah PKL yang berjualan di pasar Basanohi ramai-ramai meminta kepada Bupati Henrata Thes untuk bisa memperhatikan keluhan  PKL Sayur mayur di pasar Basanohi.

"Pak Bupati Tolong di usahakan untuk perhatikan bangunan pasar yang saat ini kami tempati di lihat dari luar memang bagus tapi di dalamnya di kala musim hujan bocor dan kalau musim panas ibaratkan kita di dalam neraka", tutur PKL pasar basanohi.(imel)

Berita Terkait