Jumat, 25 September 2020 | 03:52:13 WIB

Menaker Ida : Subsidi Gaji Menjaga Daya Beli Dan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 6 Agustus 2020 | 22:35 WIB
Menaker Ida : Subsidi Gaji Menjaga Daya Beli Dan Kesejahteraan Pekerja

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah siap menjalankan program subsidi gaji bagi pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta. Subsidi langsung ini diyakini dapat membantu pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

"Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian Ketengakerjaan (Kemnaker), Kemenkeu, dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita targetkan program ini dapat berjalan bulan September," ungkap Menaker Ida Fauziyah, di Jakarta, Selasa (6/8/20).

Menaker mengatakan, subsidi gaji yang akan diberikan selama empat bulan ini merupakan perluasan stimulus Bantuan Sosial (Bansos) yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli dan perekonomian pekerja beserta keluarganya yang karena Covid-19 berkurang pendapatannya.

"Jumlah pekerja swasta yang memiliki gaji di bawah Rp 5 juta sebanyak 13,8 juta pekerja. Data ini berasal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang akan terus divalidasi untuk memastikan tepat sasaran dan meminimalkan terjadinya duplikasi. Pemerintah berharap subsidi ini dapat menjaga daya beli dan kesejahateraan pekerja yang terdampak Covid-19," terang Ida.

Menurutnya, subsidi gaji diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan dan akan diberikan per dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta. "Pemerintah akan membayarkan dua kali karena kita ingin memastikan daya beli dan konsumsi tetap terjaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat," ujar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia memastikan, pekerja penerima subsidi ini adalah pekerja swasta di luar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai BUMN. Pekerja penerima subsidi harus pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

"Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Diungkapkan Menaker Ida, untuk program subsidi ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menganggarkan dana sekitar Rp33,1 triliun. Diharapkan stimulus baru ini mampu mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar terhindar dari resesi. (ARMAN R)

Berita Terkait