Sabtu, 28 November 2020 | 08:33:01 WIB

Hartono Tanuwidjaja : Lima Kajari Jakpus Tidak Berdaya Untuk Eksekusi Dalton Ichiro Tanonaka

Rabu, 12 Agustus 2020 | 21:08 WIB
Hartono Tanuwidjaja : Lima Kajari Jakpus Tidak Berdaya Untuk Eksekusi Dalton Ichiro Tanonaka

Dalton Ichiro Tanonaka. (FOTO : TIRTO.ID/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Terpidana Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat (AS) Dalton Ichiro Tanonaka, dari 2018 sampai saat ini belum juga dieksekusi untuk dijebloskan ke Penjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat (Jakpus).

Sudah lima Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakpus yang menangani Terpidana Dalton Ichiro Tanonaka, tapi anehnya tidak ada satupun Kajari Jakpus sampai saat ini yang berhasil untuk mengeksekusi Dalton untuk dipenjara.

Lima Kajari Jakpus yang menangani Terpidana Dalton Ichiro Tanonak dari 2018 sampai sekarang, yaitu Hermanto, Didi setianta, Kuntadi, Sugeng Rianta, dan Riono Budisantoso.

Kasus Terpidana Dalton Ichiro Tanonaka, juga dimasa Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, yaitu Toni Spontana, Warih Sadono dan saat ini yaitu Asri Agung.

“Lawan satu warga sipil Negara Amerika Serikat saja tidak berdaya. Seharusnya Kejaksaan malu tidak berdaya untuk mengeksekusi Dalton ke penjara, ini patut dipertanyakan,” kata Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH CBL, yang merupakan penasihat hukum HPR (saksi korban penipuan dan penggelapan Dalton) kepada Lindo, di Jakarta, Selasa (11/8/20).

Hartono menduga - duga, bisa jadi Kajari tersebut tidak mau mengeksekusi Terpidana Dalton karena menerima aliran dana ?.

Dalton Ichiro Tanonaka adalah terpidana tiga (3) tahun penjara. Namun statusnya menjadi buronan atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pasca putusan Kasasi  No : 761/K/PID/2018 tanggal 14 Oktober 2018, karena yang bersangkutan segera menghilang atau berpindah-pindah domisili ketika eksekutor hendak memasukkannya ke dalam penjara.

“Kemana gerangan darah Jaksa untuk mengeksekusi Terpidana Dalton. Karena salah satu tugas Jaksa adalah mengeksekusi Terpidana seperti Dalton, bukan malah terkesan membela Terpidana,” ujar Hartono. (ARMAN R)

Berita Terkait