Sabtu, 31 Oktober 2020 | 20:50:35 WIB

Kejari Halsel Janji Ungkap Kasus Korupsi ADD/DD Milik Desa Lata-lata

Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:01 WIB
Kejari Halsel Janji Ungkap Kasus Korupsi ADD/DD Milik Desa Lata-lata

Kejaksaan negeri Halsel. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Selatan (Kejari Halsel) berjanji akan mengungkap dugaan kasus korupsi anggaran dana desa (ADD) dan Dana desa (DD) sebesar Rp1,6 miliyar di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara.

Demikian hal itu ditegaskan Ketua Tim Kuasa Warga Lata-lata Inggrit Tuepo usai menyerahkan bukti-bukti korupsi ADD/DD 1,6 Miliyar rupiah kepada Kepala Seksi Inteljen Kejari Halsel Ridwan Marban di kantor Kejari Halsel, pada Rabu (12/08/2020) sore.

Lebih lanjut Inggrit mengatakan bahwa pihak Kejari Halsel siap melakukan penyidikan kasus korupsi yang ada didesa Lata-lata dalam waktu singkat. Karena menurut dia, pihak Kejati pada pertemuan itu sudah menegaskan akan memproses kasusnya dalam minggu depan, karena bukti-bukti yang ia dan teman-teman sodorkan sangat falid dan itu yang bisa dipertanggungjawabnya.

"Pasca aksi demo pada Senin (11/08/2020) kemarin, kami juga melayangkan bukti-bikti tambahan pada penyidik jaksa, sehingga apa yang kami lakukan ini adalah mengantisipasi jangan sampai ada tuduhan balik. Yah minimal nilainya tidak lari jauh dari yang dikorupsi itu. Intinya kami hanya meminta pada penyidik tadi sore bahwa dalam kasus ini kami tidak main-main pak," katanya.

Inggrit yang juga bendahara Desa Lata-lata itu menegaskan bahwa kasus yang sudah dilaporkan pada pihak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pada Jumat (03/07/2020) lalu, adalah perintah dari Kajati Malut pada Kajari Halsel untuk benar-benar diproses dan harus dipenjarakan.

"Waktu teman-teman kami menggelar aksi demo di Ternate kan bertemu Kepala Kejati. Mereka kan dijanjikan oleh beliau bahwa yang bersangkutan (Kades Lata-lata Malik Gama) akan tetap diproses dan tetap dipenjarakan. Jadi kami datang ke Kejari Halsel ini guna melengkapi dukumen pendukung dalam rangka ikut membrantas korupsi dana desa yang ada di desa Lata-lata," tandas Inggrit.

Wanita yang masih duduk dibangku kuliah itu berjanji bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ke meja hijau. Apalagi kata dia, bukti-bukti yang sudah disodorkan tadi, penyidik mengaku sangat alergi soal nilainya yang Malik korupsi selama ini.

"Jadi intinya, saya tidak takut soal ancaman Kades Malik soal status saya sebagai bendahara, yang katanya saya ikut makan uang ADD dan DD selama 4 bulan saat saya menjabat. Semua bukti-bukti yang ada disaya akan saya paparkan jika nanti saya diperiksa oleh penyidik," ujarnya.

Ketika didesak soal statusnya sebagai bendahara desa Lata-lata yang masih aktif, dan melaporkan kadesnya ke penyidik, Inggrit mengaku bahwa ia tidak akan merasa takut dengan ancaman kades Malik Gama. Karena apa yang dilakukan oleh kadesnya itu sudah melampui batas orang waras. Jadi saran dia sebaiknya kades Lata-lata Abdul Malik Gama tidak usah banyak bacot, lebih baik bartanggungjawab atas perbuatannya yang selama ini ia lakukan.

"Saya tidak akan berubah pikiran soal pelaporan saya kepada penyidik jaksa, saya tetap yakin bahwa perbuatan kades Malik Gama ini sudah melampui batas, dan dia harus bertanggungjawab atas semua perbuatan yang selama ini ia lakukan. Saya janji bahwa saya tidak akan kompromi dengan kades Malik soal data-data yang sudah ia serahkan tadi sore. Pada intinya dia harus masuk penjara dan harus tidur dalam penjara," paparnya.

Sebelumnya dilaporkan, ratusan massa yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata, pada Senin (11/08/2020) pagi menggelar aksi demo di depan kantor Kejari Halsel untuk mempertanyakan kasus korupsi yang mereka laporkan di Kejati Malut pada Jumat (03/08/2020) yang lalu. Namun dalam demonstarsi itu massa aksi langsung direspon untuk tatap muka dan berjanji akan menindaklanjuti kasus itu ketahap yang lebih serius lagi.

Memasuki hari kedua dan ketiga pasca demonstrasi itu, sejumlah perwakilan dari desa Lata-lata kembali mendatangi lembaga Adiyaksa itu, untuk menunjukan bahwa mereka harus serius menangani persoalan itu. Jangan sampai diabaikan bagitu saja oleh lembaga penegak hukum di negeri ini.

"Kami ingin lembaga itu benar-benar adil dan benar-benar profesional. Karena dalam komitmen kami adalah menjauh dari politik praktis adalah solusi yang terbaik. Jaksa sudah pegang komitmen kami soal kesepakatan itu, mereka juga tahu isi draf yang kami buat baru-baru ini yang sudah diserahakn pada penyidik kejari Halsel," ungkapnya.

ALDY M

Berita Terkait