Selasa, 22 September 2020 | 21:58:07 WIB

Bendahara Desa Laporkan Kadesnya di Kejari Halsel Soal Korupsi ADD/DD dan BLT

Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:13 WIB
Bendahara Desa Laporkan Kadesnya di Kejari Halsel Soal Korupsi ADD/DD dan BLT

Bendahara desa Lata-lata Verlin Tuepo. (Foto: ALDY/LINDO)

HALSEL, LINDO - Bendahara desa Lata-lata Verlin Tuepo bersama warga, pada Rabu (12/08/2020) sore, kembali mendatangi penyidik kejaksaan negeri Halmahera Selatan (Halsel) untuk melaporkan soal tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) sebesar Rp.1,6 miliyar dan proses penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara.

"Betul, saya dan teman-teman tadi sore datang ke penyidik Kejari Halsel guna mau melaporkan kasus korupsi dana desa dan dana bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2020 selama 3 tahap dalam 4 bulan ini. Dan janji penyidik tadi bahwa penyalahgunaan anggaran untuk kades Lata-lata sudah menjadi perhatian khusus oleh penyidik jaksa. Kami harus buktikan dan yakinkan pada penyidik bahwa kasus korupsi ini betul-betul memiliki bukti yang sangat kuat untuk dijadikan tersangka. Lihat saja nanti, kami akan penjarakan dia dan harta-hartanya akan abis disita oleh negara," katanya usai menemui penyidik di kantor kejaksaan negeri Halsel kemarin.

Mahasiswi disebuah perguruan tinggi di kabupaten Halsel itu, mengaku bahwa dia dan teman-teman termasuk warga Lata-lata sudah punya komitmen yang kuat untuk bersama-sama mempenjarakan kades Lata-lata Abdul Malik Gama.

"Kalau di Halsel, saya dan teman-teman mahasiwa punya tujuan yang sama, kami tidak akan kompromi dengan Malik Gama. Sekali lagi saya tegaskan bahwa persoalan ini kami tidak akan tinggal diam dan tetap akan kami kawal terus di kejaksaan hingga tuntas," tandasnya.

Dalam pelaporan tadi, ia dan teman-teman yakin bahwa kejari Halsel akan bertindak secara profesional dan akan serius menangani kasus ini hingga tuntas. Apalagi kata dia, penyidik jaksa sudah berjanji pada mereka bahwa kasus ini sangat menarik untuk di ungkap, karena semua yang dicari penyidik sudah disediakan oleh timnya, baik itu data-data pendukung dan para saksi serta pelapornya.

"Kami dan penyidik jaksa sangat serius soal penanganan kasus ini. Kami tidak main-main, kami punya komitmen yang kuat yaitu penjarakan Malik Gama. Diawalnya kami sudah minta penyidik jaksa agar jangan terpengaruh terhadap kasusnya, ini murni hukum bukan politik. Kami bersama kawan-kawan mahasiswa dan tim kuasa pendamping warga sudah siap menghadapi masalah ini di kejaksaan. Target kami adalah kepala desa Lata-lata harus ditangkap dan di penjarakan selamanya," kata Inggrit usai bertemu penyidik Kejari Halsel di kantornya, Rabu (12/08/2020).

Bendahara yang juga aktif di mahasiswa ini tidak mau banyak berspekulasi soal tuduhan ini. Dia hanya ingin bahwa hukum itu benar-benar ditegakan, jangan dimain-mainkan seperti pedang tajam kebawa lalu tumpul keatas.

"Kalau betul hukum itu panglimanya negara ini maka harus benar-benar ditegakan, jangan dipermainkan dan diperjualbelikan. Sudah banyak contoh kasus korupsi di negeri ini hanya jadi tontonan saja, tetapi saya berharap agar kasus korupsi yang ada di desa Lata-lata benar-benar ditegakan, bukan berakhir di ganti rugi saja, melainkan berakhir dipenjara," tandasnya.

Diakhir keterangannya, Verlin berpesan pada warga Lata-lata agar selalu bersabar dan berdoa agar perjuangan ia dan timnya di Halsel benar-benar berhasil memenjarakan kades Lata-lata Abdul Malik Gama dalam tuduhan soal korupsi 1,6 Miliyar rupiah.

"Kami butuh kerjasama yang baik oleh semua warga Lata-lata, baik itu doa dan dukungannya agar perjuangan kita tetap utuh dan bisa berhasil. Kalau butuh perjuangan ini tambah kuat maka kuncinya harus bersatu. Perjuangan harus butuh pengorbanan, kalau perjuangan tidak butuh pengorbanan maka hal itu pasti sia-sia," jelasnya.

ALDY M

Berita Terkait