Rabu, 30 September 2020 | 00:28:43 WIB

HUT Air Sedunia XXVIII, Kepala BWS Merauke Papua Jangan Wariskan Air Mata pada Anak Cucu Kita

Kamis, 13 Agustus 2020 | 15:23 WIB
HUT Air Sedunia XXVIII, Kepala BWS Merauke Papua Jangan Wariskan Air Mata pada Anak Cucu Kita

(Foto: Gilang/Lindo)

MERAUKE, LINDO - Peringatan hari air sedunia ke XXVIII yang seharusnya jatuh pada bulan Maret namun karena pandemi Covid ini maka baru bisa di laksanakan pada bulan Agustus.

Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke Yulianus Manuel Mambrasar mengatakan peringatan hari air kali ini mengambil tema ketahanan air dan tantangan perubahan iklim, pantai lampu satu menjadi perhatian kementrian PUPR khususnya direktorat sumberdaya air dan BWS Merauke, Papua, Selasa (11/08/2020).

"Buat saudara semua kita ketahui bersama bahwa pentingnya menjaga hutan, jangankan di darat laut pun dapat menganggu sistem kehidupan apabila dirusak, seperti yang kita liat saat ini. Pada tahun 2012 yang lalu BWS membuat tanggul dari karung pasir dan 8 tahun kemudian kita bisa menyaksikan ada mangrove yang tumbuh saat ini. Hal itu menandakan bahwa tidak mudah mengembalikan apa yang telah rusak butuh proses yang sangat panjang seperti di ketahui bahwa membuat mangrove hidup itu juga tidaklah mudah, dan apa yang kita lakukan hari ini agar dapat menjamin hidup kita kedepan," kata Manuel.

Selama ini jika terjadi perubahan iklim banjir atau lainnya selalu di cari pemerintah dimana dan saat ini BWS hadir untuk membantu masyarakat di Selatan Papua ini. Sehingga mari semua stekholder TNI, Polri dan pemerintah kabupaten, distrik dan lurah kiranya dapat menjadi perhatian bersama tentang kondisi pantai lampu satu saat ini.

"Kita bersyukur Tuhan memberikan tempat yang bagus, juga bila terjadi sesuatu pemerintah selalu di cari dan saat ini BWS hadir untuk membantu, sehingga saya ingin menyampaikan untuk kita semua bahwa jangan wariskan air mata bagi anak cucu kita tapi mari wariskan mata air buat anak cucu kita. Untuk itu maka mari bersama bergandengan tangan menjaga merawat pantai lampu satu yang indah ini agar suatu saat bukan hanya menjadi cerita bagi anak cucu kita tapi dengan penanaman mangrove hari ini suatu saat nanti dapat membantu perekonomian masyarakat di pesisir pantai lampu satu," pungkasnya.

GILANG HARRY

Berita Terkait