Selasa, 29 September 2020 | 23:58:46 WIB

Entry Briefing Danlantamal X Jayapura, Laksma Yeheskiel Tekankan Kekompakan Dan Soliditas Prajurit

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 07:00 WIB
Entry Briefing Danlantamal X Jayapura, Laksma Yeheskiel Tekankan Kekompakan Dan Soliditas Prajurit

(FOTO : DISPENLANTAMALX/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Setelah dilantik menjadi Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura beberapa waktu lalu, Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, S.E., M.M., menggelar entry briefing kepada seluruh personel Mako Lantamal X, Yonmarhanlan X dan Satrol Lantamal X, di Aula Samudera Loka Mako Lantamal X Jayapura, Papua, Kamis (13/8/20).

Dalam pengarahannya di depan seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lantamal X, Danlantamal menekankan tentang pentingnya kekompakan, kepedulian, kebersamaan dan soliditas antar prajurit dan PNS Lantamal X. 

Tak lupa kebersihan, keindahan dan kerapian lingkungan kerja maupun lingkungan perumahan personel Lantamal X menjadi perhatian dan penekanan jenderal bintang satu di pundak ini.

”Bapak ibu sekalian sudah tahu kebiasaan saya sewaktu saya menjabat Wadan di sini, bermain air selokan dan pantai (bersih-bersih),” candanya, membuat seluruh personel tertawa.

Menurutnya, dimasa pademi Covid-19 sekarang ini, kesehatan menjadi prioritas, karena virus ini tidak kelihatan tetapi ada, oleh karena itu kebersihan dan kesehatan menjadi utama, diawali dari lingkungan rumah. 

Laksamana Pertama penyandang brevet Kopaska ini juga menegaskan, akan meneruskan program  yang telah dan akan dilaksanakan oleh pejabat sebelumnya untuk kemajuan Lantamal X. Ia juga minta agar seluruh personel selalu menjaga sinergitas dan kekompakan dengan satuan maupun stakeholder lain di Papua, khususnya Kota Jayapura.

”Saya tekankan kepada seluruh anggota Lantamal X hindari konflik dengan aparat lainnya, TNI/Polri serta masyarakat, tetap rendah hati dan jangan arogan,” ujar Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho.

Sebulumnya kedatangan Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho beserta istri, disambut secara adat dengan pengalungan dan pemberian bunga dilanjutkan dengan prosesi injak piring (Mansorandak) serta tarian Mandohi Mamuna dari adat Saineri sebagai wujud diterimanya seorang Panglima atau pemimpin oleh masyarakat adat Papua. (ARMAN R)

Berita Terkait