Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:31:01 WIB

Refleksi HUT RI Ke-75 Tahun, Sejumlah Elemen Gerakan Di Kepsul Buat Nobar Dan Diskusi.

Senin, 17 Agustus 2020 | 21:31 WIB
Refleksi HUT RI Ke-75 Tahun, Sejumlah Elemen Gerakan Di Kepsul Buat Nobar Dan Diskusi.

(ISTIMEWA)

LINDO Sula-Sejumlah Organisasi kemahasiswaan dan Pemuda Kabupaten Kepulauan Sula menggelar Nonton bareng (Nobar) dan Diskusi sebagai bentuk refleksi kemerdekaan dengan tema "Merdeka itu sederhana, bagi orang-orang yang paham"

 

Agenda Nobar dan diskusi dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020, bertempat  di Waimua caffe, salah satu warung kopi (Warkop) di kota Sanana, yang berada di desa falahu, kabupaten kepulauan Sula.


Sejumlah elemen gerakan turut hadir dalam acara tersebut  diantaranya Serikat Pemuda Kepulauan Sula (SEKEPAL), Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (Gema Rakyat), Solidaritas Fina Sua (SOFIA), dan Aliansi Pemuda Sula (APS), dan Lembaga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

 

Ada dua pilihan film yang diputar dalam agenda nobar dan diskusi tersebut yaitu Sexy killers dan Bumi Manusia dengan dua pemantik yaitu  Kuswandi Buamona SH dan Rasman Buamona.


Salah satu perwakilan dari SOFIA Megawati Ipa kepada LiputanIndonesinews menjelaskan bahwa, agenda nobar dan diskusi ini bertujuan untuk merefleksikan ingatan tentang peringatan hari kemerdekaan yang ke 75 tahun, namun jika dilihat dari sisi yang lain masih banyak terjadi hal-hal yang menyimpang misalnya krisis hukum & HAM, krisis ekologi, dan juga kirisis kemanusiaan.
Dari  hal-hal yang menyimpang yang terjadi di Negeri ini Sehingga bisa disinkronkan dengan dua pilihan film tersebut.

"Ada beberapa kesimpulan yang digaris bawahi dalam pemutaran film ini bahwa, perubahan kehidupan yang dapat merugikan masyarakat disuatu tempat dapat terjadi ketika adanya suatu perusahaan yang kemudian beroperasi namun tidak mampu menjalankan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) nya sehingga imbasnya akan merambat ke masyarakat bahkan sampai menelan korban jiwa. Apalagi jika kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat, hal ini bisa dilihat jelas didalam film dokumenter sexy killers ini. Dan Kemudian bagaimana Manusia dapat memandang manusia yang lain tanpa membedakan-bedakan suku, sehingga derajat manusia bukan lagi diukur berdasarkan klas, Hal ini juga dapat dilihat dalam film bumi Manusia",tutur Megawati.

Selanjutnya dikatakan oleh perwakilan SOFIA ini, Harapan kami semoga ini menjadi gambaran bagi kita semua di kalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula agar tidak terjadi hal yang serupa.(IT)

Berita Terkait