Jumat, 04 Desember 2020 | 20:54:50 WIB

Diikuti Guru Wali Kelas Dan Staf, SMK KAL-1 Surabaya Gelar Pembekalan Pendidikan Karakter

Selasa, 18 Agustus 2020 | 22:53 WIB
Diikuti Guru Wali Kelas Dan Staf, SMK KAL-1 Surabaya Gelar Pembekalan  Pendidikan Karakter

(FOTO : YHT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pembelajaran  kepada peserta didik dimasa pandemi Covid-19 sedikit terhambat, pasalnya hingga menginjak akhir bulan ke dua tahun pelajaran baru 2020/2021, belum juga terlaksana pembelajaran tatap muka. 

Satu langkah kebijakan pimpinan SMK KAL-1, yaitu melaksanakan pembekalan  pendidikan karakter dengan tema “Pemahaman karakter siswa guna  mewujudkan jati diri generasi milllenial Indonesia berbasis Pancasila”, yang digelar di Ruang Praktek Siswa (RPS) SMK KAL-1 Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/8/20). Pembekalan tersebut melibatkan seluruh guru wali kelas serta staf dengan pembicara tunggal  Drs. Koestantono, M.Pdi., M.A.P dari Akademi Angkatan Laut (AAL).

Kepala SMK KAL-1 Letkol Laut (KH)  Drs . Ambar Kristiyanto, M.Si mengharapkan kepada seluruh guru wali kelas, agar mengikuti seminar dengan seksama sebagai bekal dalam kesehariannya melaksanakan pembelajaran secara PJJ/ Daring serta dalam melasanakan Patroli Pembelajaran Daring yang menjadi program sekolah, guna memastikan dapat terlaksananya program kurikulum selama masa pandemi covid-19. 

Pembekalan Pendidikan Karakter  secara Virtual dibuka oleh Ketua Pengurus Yayasan Hang Tuah (YHT) Cabang Surabaya Drs. SD Seputra, S.K.M., M.M. Mengawali sambutannya, Ketua Pengurus YHT mengingatkan, latar belakang dilaksanakan seminar kali adalah, Undang - Undang (UU) No. 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional,  yang menegaskan, Pendidikan Nasional  berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa  yang bermanfaat dalam rangka  mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklhak mulia serta berilmu, cakap, kreaktif mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.  

"Selaras hal tersebut, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) perlu diinformasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah agar menjadi budaya dan karakter bangsa serta jati diri sebagai bangsa Indonesia," ujar Seputra.

Secara jelas menurutnya, dalam UU No.20 tahun 2003, memiliki tujuan pendidikan menengah kejuruan secara umum, adalah (a) meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga Negara yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab, (c) mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki wawasan kebangsaan, memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia dan (d) mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan secara aktif turut memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, serta memanfaatkan sumber daya alam dengan efektif dan efisien.

Sedangkan tujuan khusunya : (a) menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya, (b) menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya, (c) membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi; dan (d) membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

Drs. Koestantono, M.Pdi., M.A.P selaku pembicara tunggal dari AAL, secara panjang lebar, menyampaikan beberapa pandangan tentang pembentukan siswa berkarakter, khususnya di lingkungan SMK KAL-1. 

“Dalam pembentukan karakter siswa tentunya para guru harus lebih dahulu mengenali perilaku siswa dan  dalam kesehariaanya para guru tersebut harus mampu menjadi suri teladan yang baik bagi siswanya," jelas Koestantono.

Sementara itu Kepala Dinas  Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Ir. Wahid Wahyudi , MT, membagi tiga  pendidikan karakter secara terpusat, meliputi pendidikan karakter dalam keluarga. Dalam hal ini orang tua harus bisa menjadi sosok panutan sibuah hati serta orang tua harus mengikuti tantangan zaman dimana karakter generasi milenial saat ini. 

Kemudian pendidikan karakter di sekolah, yang  secara umum orang tua siswa lebih mengutamakan pengasuhan pendidikan karakter  selama jam sekolah serta yang terakhir adalah pendidikan karakter di masyarakat yang merupakan  gabungan dari masyarakat peduli pendidikan, bisa dari alumni, komite sekolah, dunia usaha dan industri, komunitas seni dan budaya, organisasi masyarakat. Dengan demikian tugas  sekolah dan pemerintah mensinergikan  potensi sumber daya keluarga dan masyarakat untuk pendidikan karakter. (ARMAN R)

Berita Terkait