Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:05:37 WIB

Ketua dJAMAN Malut : Senior Jangan Seret Organisasi Ke Politik Praktis

Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:22 WIB
Ketua dJAMAN Malut : Senior Jangan Seret Organisasi Ke Politik Praktis

Ketua dJAMAN Malut M.Rahmat Syafruddin.(Istimewa)

LINDO TIDORE - dJaringan Mahasiswa Nuku Maluku Utara (dJAMAN Malut) menilai pernyataan mantan ketua dJAMAN Malut Rustam Ismail di salah satu media online terkait ajakannya agar institusi dJAMAN Malut memenangkan AMAN Jilid II telah mencederai citra, nama baik dan independensi organisasi serta  telah menyeret organisasi ini ke politik praktis.

Dari pernyataan dukungan itulah yang memancing reaksi Ketua Umum dJAMAN  Malut M. Rahmat Syafruddin.

 

Kepada awak media Rahmat mengatakan, sekalipun  Rustam Ismail merupakan salah satu mantan ketua dengan terang- terangan bersikap dan mengajak untuk ikut serta memenangkan AMAN Jilid II akan tetapi secara organisasi dengan tegas, kami tidak akan mendukung itu.

 

Selain itu, Ketua Umum dJAMAN MALUT juga membantah pernyataan Rustam yang dinilai terlalu bombastis dan tidak realistis terhadap prestasi dan kepekaan Paslon AMAN untuk memperhatikan Pemuda dan Mahasiswa Tidore bukan hanya dJAMAN Malut tetapi juga Mahasiswa Tidore yang berada diluar provinsi Maluku Utara.

“Saya tegaskan Asrama Tidore dibangun pada masa kepemimpinan Achmad Mahifa bukan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen sedangkan Aula Rebelian memang dibangun pada kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen dengan nilai Rp. 400 juta tetapi hasilnya tidak sesuai dengan pagu anggaran yang ditetapkan DPRD Kota Tidore, bukan hanya dJAMAN Malut namun juga asrama Mahasiswa Tidore PKPM NUKU Jogjakarta yang sampai saat ini juga belum dibangun, lantas dimana kepekaan dan prestasi yang disebutkan Rustam Ismail," cecar Ketua dJAMAN Malut.

 

Dirinya juga mengatakan, sehari dua sebagaimana ungkap Rustam dalam komentarnya berkunjung silaturahmi dengan Anggota dJAMAN Malut di Asrama Nuku Gambesi maupun Sekretariat Prince Rebel Akehuda, dJAMAN tetap membuka diri dengan dasar bahwa perkenalan dan silaturahmi antara junior dan senior harus tetap terjaga.

"Rustam Ismail adalah senior dan salah satu mantan ketua  dJAMAN Malut dan jika dirinya berkunjung merupakan tanggung jawabnya sebagai senior dan mantan ketua, kami memaknainya adalah keluarga dan wajar untuk silaturahmi dan berkenalan, tetapi silaturahmi itu jika dengan ajakan yang kami anggap telah keluar dari koridor organisasi maka mohon maaf kami tidak akan mengikuti,” tuturnya.

 

Sebagai ketua umum dJAMAN Malut dirinya menegaskan, mewakili seluruh
anggota dJAMAN Malut, kami  memintakepada senior dan alumni untuk tidak menyeret institusi dJAMAN Malut kedalam kepentingan politik praktis yang merusak nama baik organisasi, karena dJAMAN Malut tetap bersikap netral pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan tahun 2010. (FJ)

Berita Terkait