Jumat, 23 April 2021 | 03:10:17 WIB

Seorang Sopir Angkot Di Desa Gorua Selatan Halut, Di Temukan Tewas Gantung Diri

Kamis, 27 Agustus 2020 | 16:12 WIB
Seorang Sopir Angkot Di Desa Gorua Selatan Halut, Di Temukan Tewas Gantung Diri

Korban tewas gantung diri di desa Gorua Selatan Halut.(foto-jef/LINDO)

LINDO HALUT - Telah di temukan seorang lelaki sudah tak bernyawa, diduga akibat korban gantung diri di pohon Alfokat depan rumahnya, di desa Gorua Selatan, Kecamatan Tobelo Utara Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (26/08/20)


Kepada sejumlah awak media, Kasubag Humas Polres Halut IPTU Mansur Basing menjelaskan bahwa, diduga korban meninggal pukul 22.05 Wit, korban adalah salah seorang sopir angkutan umum, dengan status telah menikah dengan nama lengkap yaitu Adrianus  Moronene (26) tahun.

"Sesuai dengan keterangan saksi yakni Yusak Moronene (49) tahun asal Desa Gorua Selatan Kecamatan  Tobelo Utara Kabupaten Halut yang juga sebagai Ayah Kandung Korban Gantung diri, menjelaskan yang mana Korban itu disaat pukul 14.00 WIT, ia (korban)  lakukan komunikasi dengan istrinya,  yang saat itu tidak bersama sama dengan si korban dan istri berada di Desa Bori Kecamatan Kao Utara di rumah orangnya, sebab di beberapa hari yang lalu korban bersama istrinya terlibat pertengkaran akhirnya si istri korban pulang ke rumah orang tua, "ucap Kasubag Humas. 


Selanjutnya dikatakan Kasubag Humas, setelah Korban berkomunikasi dengan istrinya, korban keluar dari rumah sekitar pukul 15.20 WIT namun sampai pukul 21.30 WIT korban juga belum kembali ke rumah, sehingga ayah korban merasa cemas. 


Dengan merasa cemas karena korban belum pulang,  ayah korban Yusak Moronene mencari korban ke tempat yang biasa korban nongkrong bersama teman temannya tapi korban tidak ada, " jelasnya. 


Menurut kasubag humas,  ketika korban tidak ada bersama teman temannya,  Ayah korban lanjut berjalan kembali ke rumah melalui jalan belakang rumah korban, setibanya di bagian kiri rumah korban, Ayah korban menyalakan senter ke arah bentor yang sedang parkir di depan rumahnya,  dan ketika cahaya senter menembus bentor, Yusak Moronene ayah kandung korban melihat korban sudah tergantung diatas pohon Alfokat dengan seutas tali yang melilit dileher korban, " ungkapnya. 


Setelah melihat hal tersebut ayah korban, berlari ke dalam rumah untuk mengambil sebilah parang dan memotong tali yang melilit di leher korban dan di bantu oleh tetang menurunkan korban lalu baringkan korban diatas tempat tidur tetapi keadaan korban dalam keadaan kaku dan tidak bernyawa lagi ( meninggal dunia), " terang  Kasubag Humas berdasarkan keterangan saksi.

 

Kemudian atas laporan dan informasi dari warga Personil Piket  Sat Intelkam Polres Halut,  Sat Reskrim Polres Halut dan Personil Polsek Tobelo tiba di Tempat Kejadian Perkara ( TKP) dan melakukan  pengamanan tempat kejadian perkara pukul 22.50 wit," terangnya.

"Hasil kordinasi dengan pihak keluarga/ orang tua, bahwa keluarga menolak untuk dilakukan penyelidikan/Autopsi terkait dengan kasus gantung diri korban,  sehingga Pers Sat Reskrim Polres Halut meminta pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan Autopsi jenazah korban, dan Pers Reskrim membawa barang bukti seutas tali yang digunakan Korban untuk gantung diri, " tutur Kasubag Humas.  (jef/IT)

Berita Terkait