Sabtu, 31 Juli 2021 | 06:47:27 WIB

Tidak Dikelolah Oleh BUMdes, Satu Unit Mobil Bantuan Kemendes Untuk Warga Desa Kabau Darat Di Soalkan.

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 12:50 WIB
Tidak Dikelolah Oleh BUMdes, Satu Unit Mobil Bantuan Kemendes Untuk Warga Desa Kabau Darat Di Soalkan.

Mobil pic up merek Hilux yang diduga merupakan bantuan dari Kemendes (Istimewa)

LINDO Sula-Bantuan dari kementrian desa (kemandes) terhadap warga desa Kabau Darat berupa Satu unit mobil pick Up merek Hilux dengan nomor polisi DG. 8032. UR akhir-akhir ini menjadi perbincangan di kalangan Masyarakat desa Kabau Darat, pasalnya selama mobil beroperasi kurang lebih selama satu tahun, mobil tersebut tidak di kelolah oleh BUMdes atau koperasi Desa Kabau Darat Kecamatan Sulabesi Barat Kabupaten Kepulauan Sula.


Jumat (28/08/20) Sahrun Abas kepada LiputanIndonesinews menyampaikan sorotan tajam atas pengelolaan bantuan Satu unit mobil pick up Hilux dari Kemendes kepada warga masyarakat desa Kabau Darat.


Sabrun Abas menyampaikan bahwa, komisi I DPRD Kepsul dan kadis perhubungan harus menyikapi persoalan ini, karena mobil angkutan desa yang diberikan oleh kementrian desa untuk membantu transportasi  masyarakat desa kabau darat ke kota Sanana tidak sesuai dengan aturan kemendes nomor 2 tahun 2019.

"Kalau Kita ikuti dalam aturan kemendes nomor 2 tahun 2019 maka mobil tersebut di kelola oleh BUMdes atau koperasi, tapi perlu komisi I DPRD dan dinas perhubungan ketahui bahwa yang terjadi saat ini di desa kabau pada umum'nya dan kabau darat pada khususx adalah, mobil itu di kelolah oleh 5 orang yang tergabung dalam satu kelompok",tutur Sabrun


Selanjutnya dikatakan Sabrun, salah satu diantaranya yaitu saudara Safari Naipon, yang bertindak sebagai ketua kelompok dan 4 orang lain'nya berada di kabau darat.
5 orang tersebut setiap bulan mendapat upah sebesar Rp. 400.000, dan disini menjadi pertanyaan besar kami masyarakat yaitu mereka ini  kerja apa di mobil tersebut sehingga setiap bula  mendapat upah Rp.400.000.

"Tolong komisi I DPRD Kepsul dan dinas perhubungan harus bijaki persoalan ini jangan biarkan hal-hal yang tidak sesuai aturan di pertontonkan kepada masyarakat kami", Jelas Sabrun.


Selanjutnya dikatan Sabrun Abas, banyak masyarakat awam kita yang di kampung tidak terlalu peka atau paham dengan hal-hal seprti ini, jadi saya berharap, mereka jangan di bodohi.

"teruntuk dinas perhubungan dan komisi I DPRD Kepsul, saya berharap jangan hanya panggil kepala desa ke kantor diskusi di ruangam ber AC, tolong lansung ke desa yang mendapat bantuan mobil tersebut dan suruh kepala desa panggil semua masyarakat supaya dinas perhubungan dan DPRD komisi satu menyampaikan kepada masyarakat bahwa itu mobil angkutan desa, supaya masyarakat bisa tahu dan mengerti", tegasnya. 


Dikatakan Sabrun,bahwa mobil ini punya masyarakat desa yang di berikan oleh kemendes, bukan mobil pemberian Bupati Kepsul Hendrata Thes dan bukan pula mobil kepala desa atau 5 orang tersebut, yang di sampaikan pada saat acara penyerahan di Desa Kabau Laut setahun yang lalu. 

"Informasi yang di sampaikan ke kabau adalah itu mobil pemberian Hendrata Thes dan mereka 5 orang dalam kelompok itulah yang mengurus mobil tersebut jaminan'nya adalah KTP mereka sehingga mobil tersebut bisa dapat sehingga setiap bulan di gaji dengan upah sebesar Rp.400.000 lewat KTP tersebut", tutur nya.


Sedangkan Safari Naipon,  ketua kelompok penerima bantuan dari Kemendes berupa satu unit mobil pic up merek Hilux dengan nomor polisi DG.8032.UR, saat media ini mencoba mengkonfirmasi lewat telpon dan pesan WhatsApp terkait perihal tersebut tidak memberikan tanggapan apapun sampai berita ini di turunkan.(IT)

Berita Terkait