Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:08:33 WIB

Pemkab Kepsul Kekurangan Dana, 1721 Peserta BPJS Terabaikan.

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 14:09 WIB
Pemkab Kepsul Kekurangan Dana, 1721 Peserta BPJS Terabaikan.

Safrudin Sapsua, plt.kadis kesehatan Kepsul (Istimewa)

LINDO Sula-Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula akhirnya mengurangi kuota peserta jaminan kesehatan daerah (JAMKESDA) untuk peserta yang ditanggung Pemda (PDP) dari 9808 yang mendaftar di kurangi sebanyak 1721 peserta, sehingga totalnya tinggal 8087 yang di tanggung pembiayaan nya oleh Pemda Kepsul di tahun 2020.

Pengurangan peserta tersebut memicu perbedaaan pendapat dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepsul Safrudin Sapsuha dan Kepala Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan Kepsul Abdul Gani dalam menyikapi persoalan pengurangan jumlah peserta yang dibiayai Pemkab Kepsul.

Safrudin Sapsuha saat di mintai keterangan oleh awak media menyampikan bahwa, Kemarin sudah ada kesepakatan bersama antara pemda Kepsul dan BPJS Kesehatan, bahwa tanggungan peserta JAMKESDA sampai pada bulan desember 2020 di tanggung pemerintah daerah.

"jadi untuk sementara Pemkab Kepsul tangani yang ada sampai  pada bulan desember dan kita akan danai semua dengan total anggran yang di sediakan sebesar 3,7 milar, jelas plt. Kepala Dinas Kesehatan Kepsul, jumat (28/08/20).


Selanjutnya dikatakan safrudin, berkaitan dengan peserta Jamkesda yang di kurangi seribu lebih untuk tahun ini, pihaknya baru mengetahui pada saat rapat bersama kepala BPJS dengan pemda kepsul yang di gelar belum lama ini. 

"Berdasarkan hasil rapat kemarin baru terdeteksi orang-orang yang punya kartu BPJS kesehatan tapi belum digunakan,Tapi bukan berarti pemda mengabaikan itu tetap jalan di tahun 2021, karena menurut BPJS mereka ada kartunya tapi tidak aktif menggunakannya", tutur Safrudin. 


Terpisah dengan itu, Kepala BPJS Kepualauan sula Abdul Gani menyampikan bahwa, peserta yang mendaftar untuk tahun 2020 sebanyak 9808 itupun di anggarkan sampai pada bulan september. 

"Cuman karena ada penurunan iuran dari 42 ribu menjadi 25 ribu yang di atur dalam PERPRES nomor 64 tahun 2020, walaupun ada penurunan iuran tapi kalau untuk perpanjang pemda Kepsul masi fokus pada  bukan pengguna iuran sampai pada bulan Desember",  terang Kepala BPJS Kepsul. 


Gani pun menambahakan, pihaknya suda berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pemda kepsul untuk penambahan anggaran sehingga perpanjangan waktu sampai padan bulan Desember dengan kuota peserta 9808.

"kemarin kami usulkan ke dinas kesehatan dan berkoordinasi dengan Sekda ternyata pemda tidak ada anggaran, sehingga korbannya yaitu peserta Jamkesda di kurangi dari 9808 tersisasa hanya 8087 yang di biayai, jadi ada 1721 peserta yang di kurangi dan tidak di tanggung oleh pemda di tahun 2020, tutupnya.(IT)

Berita Terkait