Selasa, 24 November 2020 | 16:02:10 WIB

Hippmadel Target Kades Lata-lata Harus Dipenjarakan, Kejari Halsel Didesak Mempercepat Kasusnya

Minggu, 30 Agustus 2020 | 18:03 WIB
Hippmadel Target Kades Lata-lata Harus Dipenjarakan, Kejari Halsel Didesak Mempercepat Kasusnya

Ketua Hippmadel Arnol Faici (kanan), ketua Aliansi Warga Hasan Maici (kiri), saat berpose bersama dengan Kasie Intel Kejari Halsel Ridwan SH, di kantor Kejaksaan Negeri Labuha Halsel. (Foto: Koleksi Arnol/Lindo)

HALSEL, LINDO - Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Desa Lata-lata (Hippmadel) mendesak Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan (Kejari-Hasel) agar segera mempercepat penanganan dugaan kasus korupsi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di desa Lata-lata senilai Rp2,3 miliar yang saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan di Kejari Halsel.

Demikian hal itu ditegaskan Ketua Hippmadel Arnol Faici usai menemui penyidik Kejari Halsel di kantor Kejari Halsel, Kamis (27/08/2020) kemarin.

Lebih lanjut Arnol mengatakan desakan ini karena pihaknya sudah menunggu lama soal kasus ini. Apalagi saat ini, pemeriksaan saksi-saksi dari pelapor warga Lata-lata sudah mencapai 6 orang. Dan semua keterangan pelapor sudah mengarah pada petunjuk dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kades Lata-lata Abdul Malik Gama Cs.

"Kami ingin penyidik kejari Halsel harus bergerak cepat, jangan terlalu lama-lama di tunda laporan warga. Soalnya petunjuk bukti korupsi sudah mengarah pada kades Lata-lata. Tidak ada kata lain, kami dan warga Lata-lata ingin kades Malik Gama segera ditangkap dan segera dipenjarakan," tegasnya.

Dikesempatan itu, Arnol meminta pada pihak Kejari Halsel agar kasus korupsi Lata-lata yang saat ini sudah ditangani agar secepatnya dituntaskan, karena menurut Arnol, kades dan perangkatnya sudah tidak layak dimata masyarakat. Kades Malik Gama sering membuat kegaduhan didesa dan sangat merasahkan warga disana. Dia kata Arnol, bukan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan hukum, malah dilapangan kades Malik Gama malah membuat gerakan tambahan.

"Dia datang di desa Lata-lata sering bawa babinsa atau polisi. Dia sering bikin gaduh dalam desa seolah-olah desanya sering membuat keributan. Padaha dilapangan warga kami disana sudah tidak mau ikut perintah dan kebijakan dia selama ini. Pokoknya warga sudah bosan itu semua, mereka ingin Malik segera turun dari jabatan kades Lata-lata," katanya.

Dalam kesempatan itu Arnol meminta pada semua pihak jika informasinya tidak akurat maka bisa dicek dilapangan, apakah yang ia sampaikan ini akurat atau tidak. Namun yang jelas, kata Arnol, warga Lata-lata sudah tidak percaya lagi pada kepemimpinan kades Abdul Malik Gama.

"Sebagai putra daerah desa Lata-lata saya sangat perihatin dengan kondisi ini. Tapi yang saya sampaikan ini adalah keluhan warga. Mereka semua sudah bilang kesaya bahwa mereka sudah bosan dengan janji-janji manisnya kades Lata-lata Abdul Malik Gama. Dan pada intinya mereka ingin agar kasus ini aparat penegak hukum secepatnya memproses dan segera menangkap sekaligus mempenjarakan kades Malik Gama," ujar Arnol.

Arnol menambahkan dalam persoalan ini ia hanya menyarankan pada kepala desa Abdul Malik Gama jika ia dalam posisi sebagai kepala desa dalam persoalan ini ia secepatnya mundur dari jabatan sebagai kepala desa karena hal ini adalah tuntutan warga.

"Saya hanya mempertegas pada Malik Gama, kalau saya diposisi kepala desa maka saya secepat-cepatnya mundur dari jabatan itu. Daripada saya jadi bulan-bulanan masyarakat dan turun secara tidak hormat, lebih baik saya mundur secara terhormat agar saya siap menghadapi tuntutan hukum soal tuduhan korupsi," tambahnya.

Diakhir keterangannya, Arnol mengungkapkan bahwa kades Abdul Malik Gama sebenarnya sudah tidak layak memimpin di desa Lata-lata, karena semua kebijakan yang ia buat di desa Lata-lata sudah tidak bisa diterima dengan akal sehat. Bagaimana tidak, dalam bukti-bukti laporan yang ia buat dan yang ada dilapangan tidak sesuai dengan kondisi yang ada.

"Kalau saya pelajari isi laporan kades dalam bukti-bukti yang kami pegang saat ini, sebenarnya tidak masuk akal. Karena fakta dilapangan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.
Makanya dalam kasus ini masyarakat minta pada aparat penegak hukum agar kasus ini sebaiknya segera ditetapkan sebagai tersangka dan segera ditahan dalam penjara," pintanya.

Menurut rencana warga dan tim kuasa pendamping pada Senin besok (31/08/2020) akan melakukan hearing bersama kepala Inspektorat kabupaten Halsel. Selain itu, mereka juga akan melakukan hearing dengan komisi I DPRD kabupaten Halsel, untuk memproses pelanggaran administrasi yang dilakukan kepala desa Lata-lata.

MOGE

Berita Terkait