Rabu, 28 Oktober 2020 | 07:29:52 WIB

Hadiri Undangan Klarifikasi Bawaslu Tikep, Iksan Albanjar Kooperatif.

Senin, 31 Agustus 2020 | 17:29 WIB
Hadiri Undangan Klarifikasi Bawaslu Tikep, Iksan Albanjar Kooperatif.

Iksan Albajir (Istimewa)

LINDO TIDORE- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Senin (31/08/2020) meminta klarifikasi terhadap salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Provinsi Maluku Utara (Malut) terkait dugaan ketidaknetralan dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tikep tahun 2020. 
Hal ini disampaikan, Koordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran  (HPP) Bawaslu Tikep Amru Arfa.

 

Usai pemeriksaan Amru mengatakan, Bawaslu sudah undang pihak pelapor dan terlapor serta tadi terlapor sudah dimintai klarifikasi, hadir tepat waktu dan kooperatif dalam mengikuti proses klarifikasi.
Nanti pada pukul 02.00 WIT dan 04.00 WIT ada klarifikasi dari pihak saksi, sedangkan untuk pelapor dimintai klarifikasi pada hari Selasa 1 September 2020 besok. 
"Ini kita undang pelapor, terlapor dan saksi. Ini dilakukan tidak berbarengan, karena kita harus jaga juga," jelasnya. 


Klarifikasi ini berdasarkan laporan yang masih dalam konteks dugaan atas ketidaknetralaan salah satu ASN yang sudah tadi pihaknya mintai klarifikasinya. 
Dia menjelaskan, untuk isi klarifikasi tidak bisa pihaknya sampaikan ke publik, karena isi klarifikasi itu adalah informasi yang dikecualikan, dan nanti setelah selesai seluruh prosesnya baru ditempelkan status laporannya.

"Intinya yang bersangkutan sudah hadir, sudah dimintai keterangan dan dengan kooperatif beliau menunjukan, bahwa beliau adalah orang yang betul mendukung apa yang menjadi regulasi Bawaslu", tutur nya.


Sementara, terlapor Iksan Albanjar yang ditemui usai memberikan klarifikasi mengatakan, pada prinsipnya kehadirian dirinya di Bawaslu ini karena diundang untuk mengklaifikasi sesuai dengan laporan yang ada. 
"Sebagai warga negara yang baik saya hadir memberikan keterangan kepada Bawaslu sesuai laporan dugaan tersebut, dan saya sudah menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan Bawaslu, namun kemudian ada kode etik tertentu sehingga saya tidak bisa memberikan informasi apa yang terjadi di dalam tadi. Itu saja," singkatnya.


Dirinya mengimbau, kepada ASN yang lainnya bahwa marilah menjaga netralitas dan harus memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa dengan netralnya ASN dapat terlaksananya Pemilu yang berkualitas.(Fj)

Berita Terkait