Rabu, 28 Oktober 2020 | 07:14:55 WIB

Bawaslu Tikep Temukan Petugas PPS Dan PPDP KPU Langgar Kode Etik.

Selasa, 1 September 2020 | 05:50 WIB
Bawaslu Tikep Temukan Petugas PPS Dan PPDP KPU Langgar Kode Etik.

Bawaslu Tikep (Istimewa)

LINDO TIDORE- Dua orang petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Satu orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) di Kecamatan Oba Tengah, terindikasi melanggar kode etik penyelenggara pemilu.
Hal ini diungkapkan, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tikep Bahrudin Tosofu, Senin(31/08/20).

 

Kepada sejumlah awaka media Bahrudin Menyampaikan dari tiga orang tersebut berdasarkan temuan dari Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Oba Tengah pada tanggal 18 Agustus 2020 terbukti telah melanggar Peraturan DKPP nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum pasal 8 di sebutkan, Prinsip Dasar Etika dan Perilaku: poin (1) Bertindak netral dan tidak memihak terhadap partai politik tertentu, calon, peserta pemilu; dan poin (11) Menghindari pertemuan yang menimbulkan kesan publik adanya pemihakan.

 

Dikatakan Bahrudin, Pada pasal 5 ayat 2 disebutkan, Kode Etik wajib dipatuhi oleh KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten dan Kota, PPK, PPS dan KPPS, Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten dan Kota, Panwascam, PPL, Pengawas TPS dan berlaku juga bagi jajaran kesekretariatan disemua tingkatan, terangnya.

"Dari hasil temuan panwascam tebukti ketiga petugas PPS dan PPDP telah melanggar kode etik penyelenggara pemilu karena telah hadir dalam pertemuan dan melakukan foto bersama dengan bakal calon Wakil Wali Kota Tikep petahan Muhammad Sinen saat melakukan tatap muka dengan warga Desa Aketobatu Kecamatan Oba Tengah", ungkap Bahrudin.


Ketiga petugas PPS dan PPDP yaitu Kartini Husen (PPDP Desa Noramake), Mirnawati Abubakar (Anggota PPS) dan Fahri Ishak (Staf Sekretariat PPS) dan Bawaslu Tikep telah rekomendasikan ke KPU Kota Tikep untuk ditindaklanjuti,” ungkap dia. (FJ)

Berita Terkait