Sabtu, 31 Oktober 2020 | 12:03:04 WIB

Ketua AMDAL Target Kades Lata-lata Akan Dipenjarakan Bulan Depan

Rabu, 9 September 2020 | 22:29 WIB
Ketua AMDAL Target Kades Lata-lata Akan Dipenjarakan Bulan Depan

Ketua AMDAL Hasan Maici (kiri) dan Ketua HIPMADEL Arnol Faici (kanan) saat berpose bersama penyidik Kejari Halsel Ridwan SH di kantor Kejari Halsel. (Foto: Arnol/Lindo)

TERNATE, LINDO - Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama ditargetkan akan dipenjarakan pada akhir bulan depan. Demikian hal itu ditegaskan Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata (AMDAL) Hasan Maici di Ternate, Malut, Rabu (09/09/2020).

 

Lebih lanjut Hasan menjelasan Malik Gama sudah tidak akan berkutik lagi soal kasus korupsi dana desa yang dia makan sejak tahun 2016, 2017, 2018 dan tahun 2019. Lebih parah lagi, korupsi Malik Gama sudah mengarah pada kepemilikan harta tanah dan rumah yang ia beli menggunakan dana desa.

 

"Kami sudah kantongi LPJ tahun 2017, sampai dari tahun 2019. Hanya saja kami masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Halsel dari tahun 2017 sampai dari tahun 2019. Kalau dalam bulan ini hasil audit sudah selesai, maka target kami Malik Gama akan secepatnya di penjarakan," kata Hasan.

 

Terkait, desakan dari warga agar Malik Gama segera mundur atau turun dari jabatan kepala desa (Kades) Lata-lata, Hasan mendukung ide itu, dia menyarankan agar Malik Gama harus memilih tawaran itu. Jika tidak, maka resikonya Malik harus menanggung semua itu.

 

"Kami dari awal sudah ngotot hal itu pada Bupati Bahrain. Bahkan melalui forum resmi, kami sudah sampaikan pada Sekretaris Daerah (Sekda) Halsel, soal usulan mundur saudara Malik Gama yang sudah tidak layak dalam memimpin desa kami. Dia akan malu, jika kami dan warga yang akan menurunkan dia secara paksa. Dia harus besar hati dan mau menerima resiko ini. Mundur adalah pilihan terbaik buat dia, jika masih keras kepala dan tidak menanggapi hal itu, maka dialah yang akan beresiko sendiri," tandas Hasan.

 

Sejauh ini, kata Hasan pihaknya sudah berusaha sebaik mungkin agar Malik Gama jangan lagi memimpin di desa Lara-lata. Karena yang bersangkutan sangat ngotot dan tidak mau turun dari jabatan kades.

 

"Kades Malik harus terima resiko itu, kalau tidak mau yah lihat saja nanti. Apakah dia masih bertahan atau dipenjarakan. Tunggu saja waktunya," ujar Hasan.

 

Sebelumnya diketahui bahwa warga desa Lata-lata pada akhir Agustus dan awal September 2020, mereka menggelar rapat untuk mengambil keputusan bersama menyurati Bupati Bahrain agar memecat Malik Gama dari jabatan kepala desa. Sedangkan rapat warga yang kedua kalinya, warga juga meminta dan mendasak agar saudara Malik Gama segera mundur dari jabatan kades Lata-lata.

 

"Rapat kedua kalinya kami sudah bulat mendesak Malik Gama harus mundur dari jabatan Kades. Yang kami lakukan itu, karena kami sudah tidak mau lagi kelakuan dan perbuatan dia saat memimpin desa kami. Warga juga sudah bosan dengan gaya hidup dia yang acuh dalam pelayanan. Warga sudah minta bupati Bahrain segera menonaktifkan Malik Gama dari jabatan kades," papar Hasan.

 

Surat resmi dari warga sudah ditandatangani oleh setiap Kepala Keluarga yang ada diseluruh desa Lata-lata. Kurang lebih 250 jiwa sudah membubuhkan tanda tangannya diatas pernyataan mereka untuk meminta kepala desa Abdul Malik Gama segera mundur dari jabatannya.

 

"Ada 121 kepala keluarga di desa Lata-lata sudah membubuhkan tanda tangan mereka diatas surat pernyataan yang isinya meminta agar kepala desa Abdul Malik Gama segera mundur atau turun dari jabatan dia. Surat pernyataan itu, akan kami serahkan pada bupati Bahrain dan ketua DPRD Halsel agar secepatnya diproses," ujar Hasan.

 

Dalam kesempatan itu, Hasan juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini sudah mengklarifikasi soal kasus korupsinya di Kejati Malut dan Kejari Halsel agar mereka serius memproses kasusnya yang saat ini sudah masuk dalam penyilidikan.

 

"Mudah-mudahan status kasusnya segera dinaikan dari penyilidikan ke penyidikan. Kalau sudah ditingkatkan ke penyidikan maka tidak lama lagi kades Malik Gama akan ditahan di Kejari Halsel. Sedangkan dari pihak kami, baik pelapor dan saksi-saksi sudah selesai diperiksa. Tinggal korban dan saksi lain yang belum diminta keterangannya, dan itu selalu kami pantau kasusnya," papar Hasan.

 

ACIL

Berita Terkait