Sabtu, 28 November 2020 | 08:53:27 WIB

PT Harita Nickel Mengangkat Perekonomian Masyarakat Lingkar Tambang Melalui Program Kuliner

Kamis, 10 September 2020 | 14:23 WIB
PT Harita Nickel Mengangkat Perekonomian Masyarakat Lingkar Tambang Melalui Program Kuliner

Foto PT Harita Nickel Saat Launcing Produk UNKM Desa Soligi Pada Hari Kamis 10 September 2020.

LINDO HALSEL - Perusahaan pertambangan HARITA Nickel yang beroperasi di Pulau Obi,Halmahera Selatan terus mengembangkan potensi masyarakat lokal di sekitar wilayah operasional di saat pandemi Covid 19.

Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat berkembang di tengah menurunnya sektor ekonomi. Salah satu potensi yang dikembangkan adalah meningkatkan kapasitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Soligi dan Kawasi. kamis (10/09/2020).

Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) membina UMKM di bidang kuliner. Pada akhir Agustus lalu, HARITA Nickel meluncurkan produk kuliner terbaru hasil kerja sama dengan warga Desa Soligi dengan brand “Snack Obi”. 

Snack Obi yang diluncurkan terdiri dari 7 varian yakni keripik bakso goreng tuna, keripik bayam, stik bawang, manisan buah pala, amplang ikan, nugget ikan, dan juga pempek ikan cakalang. 

“ Berbagai produk tersebut dihasilkan oleh 5 kelompok UMKM binaan HARITA Nickel, antara lain kelompok Mokesa, Ilea, Kaburi, Asa-Asa, dan Walaka "

" Di sisi lain HARITA juga  memiliki pasar di Obi, yakni ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan kami" 

Kami pun memberdayakan warga untuk lebih produktif. Lalu kami bantu pemasarannya di internal. Dari Obi, untuk Obi,” ungkap Corporate Communication HARITA Anie Rahmi dalam rilisnya. 

Salah satu pencicip pada kegiatan peluncuran produk ini, Gunawan Marbun, memberikan apresiasinya terhadap hasil olahan warga Desa Soligi. 

“Saya sudah mencoba produk ini. Ada dua produk yang sangat saya suka, yaitu bakso goreng dan stik bawang. Saya rasa HARITA membawa perubahan untuk daerah. Semoga kehadiran HARITA terus memberi dampak positif kepada semua pihak,” ungkap Manajer Produksi HARITA Nickel tersebut. 

Anie juga menambahkan, Desa Soligi juga seperti desa-desa pesisir pada  umumnya memiliki sumber daya bahan dasar makanan yang bisa dioptimalkan.Bahan dasar makanan tersebut seperti ikan, kelapa, sayuran, pala, dan sebagainya yang biasanya dijual dalam bentuk utuh atau olahan sederhana. Agar dapat memiliki nilai tambah, melalui program PPM perusahaan diberikan pelatihan pembuatan makanan ringan yang diharapkan bisa diterima oleh pasar di luar Soligi, termasuk ke Bacan.

“Kami juga mendampingi dalam hal kemasan ,Jangan sampai rasa dan kualitas produk menjadi kurang menarik dengan kemasan yang kurang baik sehingga Kemasan dapat meningkatkan nilai jual produk tersebut,” ungkapnya.

Sejauh ini, antusiasme kelompok binaan UMKM Desa Soligi yang mayoritas adalah kaum perempuan terlihat sangat baik. Pihak Pemerintah Desa juga ikut serta memberikan dukungannya.Jelasnya (Humas Harita/Faisal)

Berita Terkait