Jumat, 04 Desember 2020 | 21:07:54 WIB

Yayasan Hang Tuah Launching Buku "Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Era New Normal"

Selasa, 15 September 2020 | 22:05 WIB
Yayasan Hang Tuah Launching Buku

(FOTO : YHT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Masa pandemi  Covid-19 sudah berlangsung tujuh bulan lebih, namun belum juga terlihat akan berakhir. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Untuk itulah, Yayasan Hang Tuah (YHT) Cabang Surabaya (Jawa Timur) pada Selasa (15/9/20), melaunching  buku ”Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran New Normal” yang berlangsung di SMP Hang Tuah 6 Excellent.

Buku “Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran New Normal“ yang baru  saja selesai disusun ini adalah merupakan tindak lanjut dari   Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang panduan  penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran  baru dimasa pandemi Covid-19.  

Pembuatan buku "Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Era New Normal" oleh tim dari beberapa Satuan Pendidikan (Satdik) YHT sebagai pedoman/referensi pelaksanaan pendidikan dimasa pembelajaran tatap muka yang sampai saat ini belum bisa ditentukan kapan bisa di mulai.

Pada buku terbitan YHT Cabang Surabaya ini mencakup beberapa aspek kehidupan yang harus dilaksanakan oleh sekolah, antara lain Strategi KMB disaat Pandemi covid-19, penyiapan sarana dan prasarana sekolah, blended learning, implementasi KBM dan yang tidak kalah pentingnya adalah protokol kesehatan sekolah yang harus dilaksanakan dengan benar.

Ketua Pengurus YHT Cabang Surabaya Drs. SD Seputra, S.K.M., M.M dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa harapan kepada 34 Kepala Satuan Pendidikan (Kepala Sekolah) jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK yang menjadi tanggung jawabnya agar nantinya buku ini dapat difungsikan sebagai pedoman dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

"Disaat tatanan kehidupan baru diterapkan setelah masa transisi ini, sekolah diharuskan mempersiapkan strategi dan model pembelajaran, jadwal akademik, sarana prasarana, protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh warga sekolah dan pola komunikasi dengan orang tua dan murid," jelas Seputra. 

Menurutnya, dukungan dari kepala sekolah, guru dan orang tua, harus saling menguatkan untuk berkolaborasi mewujudkan pendidikan yang lebih baik sesuai tugas dan fungsi masing - masing. (ARMAN R)

Berita Terkait