Selasa, 27 Oktober 2020 | 04:39:34 WIB

Panwascam Tidore Timur "Diusir" Calon Petahana Saat Melakukan Pengawasan.

Kamis, 1 Oktober 2020 | 06:48 WIB
Panwascam Tidore Timur

Kordinator Devisi HPP Panwascam Tidore Timur, Julkifli Muhammad.

LINDO TIDORE-Panitia Pengawas Kecamatan Tidore Timur, Maluku Utara melakukan giat pengawasan pertemuan calon Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen yang juga Pasangan Calon Petahana (AMAN) bersama mantan Anggota DPRD Tikep, Ade Kama bersama keluarga di Kelurahan Cobodoe pada Sabtu, (26/09) malam.

Dalam pertemuan itu, terjadi insiden yang tidak menyenangkan kepada Panwas Kecamatan. Selain dugaan intimidasi dengan teriakan dan (maaf) makian sekaligus tidak diizinkan Panwascam mengambil dokumentasi pada pertemuan tersebut, juga tuduhan dari Calon Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen dengan menyebutkan adanya pergerakan Panwas dengan melakukan pertemuan bersama Kakak Saraha. 

 

Julkifli Muhammad, Kordinator Divisi HPP Panwas Kecamatan Tidore Timur, kepada media ini menyesali adanya  tuduhan yang disampaikan oleh Calon Wakil Wali Kota Tidore kepada Panwascam Tidore Timur, bahwa ada keterlibatan Panwas Tidore Timur, bertemu dengan Kakak Saraha seorang tokoh masyarakat di Kelurahan Dowora, ini tuduhan serius. Padahal, Penyelenggaraan Pilkada ini mesti disuksesi dengan damai dan harmonis, apalagi ada Pakta Integritas yang sudah ditandatangani. 

"Saya punya bukti, ngoni pertemuan dengan Kaka Saraha," sesal Kordiv HPP Julkifli Muhammad saat menirukan Pernyataan Calon Wakil Wali Kota.

 

Selanjutnya dikatakan Julkifl, Sebagai Petahana Calon Wakil Wali Kota mesti paham dan lebih menjunjung harmonisasi dan kerjasama Pengawasan ini. Apalagi, bagi Kami, sesuai dengan regulasi yang ada, bahwa saat ini prosesnya sudah masuk pada tahapan Kampanye. Dan pertemuan di malam itu, berada di Zona Pengawasan kami, maka sudah menjadi kewajiban kami untuk melakukan Pengawasan. 

Apalagi malam itu, ada Juru Bicara Pasangan AMAN jilid II juga, dan ada Pengawal Pribadi (Walpri) dari Calon Wakil Wali Kota. 

"Semestinya peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi, dan terkait laporan pengawasan, Panwascam sudah sampaikan ke Bawaslu Kota Tidore. Kami juga sudah dipanggil oleh Bawaslu guna memberikan keterangan," tutup Julkifli. (FJ)

Berita Terkait