Jumat, 04 Desember 2020 | 02:13:43 WIB

Antisipasi Dana PNPM-MP "Raib", Pengurus UPK Jaltim Yang Lama Diganti

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 23:04 WIB
Antisipasi Dana PNPM-MP

Penguru PNPM-MP yang baru yang digelar di desa Akelamokao, kec Jailolo Timur, kabupaten Halmahera Barat, Sabtu (24/10/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

"Dana SPKP Rp390 Juta di Jailolo Timur Berpotensi Masalah, Ketua UPK dan Enan Kades Memilih Diam Diri"

 

JAILOLO, LINDO - Program nasional pemberdayaan masyarakar mandiri perdesaan (PNPM-MP) melalui simpan pinjam kelompok perempuan (SPKP) yang dikolaborasikan dengan program membangun desa mandiri (PMDM) yang merupakan program pemberdayaan masyarakat yang ada di Kecamatan Jailolo Timur (Jaltim), kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Pemerintah kecamatan melalui Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (Sie DPMD) kecamatan Jailolo Timur melakukan rapat terbuka bersama warga enam desa yang dilaksanakan di balai desa Akelamokao dan telah menyelesaikan musyawarah serta memilih pengurus baru, Sabtu (24/10/2020) pagi.

Musyawarah dengan agenda pertanggungjawaban dan evaluasi program, pemilihan pengurus baru unit pelaksana kegiatan (UPK) untuk periode 2020-2022 serta menyusun strategi dan kebijakan program ditahun yang akan datang. Namun sayangnya pengurus UPK yang lama tidak bisa menghadiri acara tersebut padahal mereka telah diundang dalam acara itu.

Akibatnya pertanggugjawaban ketua UPK lama Novitje SB Tolo, tidak bisa terlaksana pada musyawarah tersebut. Selain pengurus UPK, pemerintah desa di enam desa pun tidak bisa menghadiri acara tersebut.

Akhirnya kegiatan musyawarah itu tetap digelar dan telah disepakati pergantian pengurus baru, termasuk mengurusi kelembagaan dan melaksanakan pengelolaan program dengan membentuk Dewan Pengarah Program yang akan mengawasi dan mengabil kebijakan dalam program itu.

Hal itu dilakukan berdasarkan hasil monitrong internal yang memperlihatkan potensi penyalahgunaan dana SPKP di Kecamatan Jailolo Timur dengan nilainya mencapai sebesar Rp390 juta. 

Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) yang baru terpilih Asnawi Hi Muhammad mengatakan bahwa ia bersama Dewan Pengarah untuk bersama-sama duduk menyelesaikan masalah soal dana SPKP dengan meminta pertanggungjawaban UPK lama terkait dengan penggunaan dana program SPKP itu.

"Rencananya saya dan Dewan Pengarah akan berkonsultasi dengan pengurus UPK yang lama untuk meminta pertanggungjawaban anggaran tersebut," kata Asnawi.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan menyusun rencana strategi program unggulan di Kecamatan Jailolo Timur, termasuk soal sektor pertanian.

"Kami akan menyusun strategi dalam program unggulan, termasuk didalamnya ada tanaman kacang hijau dengan target panen setiap kepala keluarga sebanyak 2 ton per hektar," ujar Asnawi.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kasi PMD), yang juga Penanggungjawab Operasional Kegiatan (PJOK) Kecamatan Jailolo Timur Ridwan Wahid, ST, menjelaskan bahwa kecamatan Jailolo Timur saat ini memiliki potensi alam yang sangat berlimpah dan bisa menjadi strategi menuntaskan kemisikinan di wilayah ini.

"Suasana alam di kecamatan Jailolo Timur begitu sempurnah. Sebagai contoh laut yang ada di teluk kao ini, sangat berpotensi menghasilkan ratusan ton rumput laut serta puluhan bahkan ratusan ton cumi setiap malamnya. Sayangnya wilayah ini masih tertinggal karena kurang adanya perhatian dari pemerintah daerah dari segi infrastruktur perikanan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap kedepan nanti, pemerintah daerah harus bisa memfokuskan diri kembali guna membangun sarana perikanan yang ada di teluk kao ini.

"Kalau pemerintah daerah serius lagi, maka pembangunan sarana perikanan harus dibangun di akelamokao, bukan bangun di tempat lain," tuturnya.

Dalam musyawarah itu telah menghasilkan enam point penting, salah satunya adalah meminta pertanggungjawaban UPK lama terkait dana Rp390 juta yang saat ini masih ada ditangan ketua UPK yang lama ibu Novitje SB Tolo.

ALDY M

Berita Terkait