Minggu, 24 Januari 2021 | 09:50:20 WIB

Kasus Dana PNPM Mandiri di Jailolo Timur Mulai Masuk Babak Awal

Jum'at, 6 November 2020 | 23:21 WIB
Kasus Dana PNPM Mandiri di Jailolo Timur Mulai Masuk Babak Awal

Ilustrasi - Program PNPM Mandiri. (FOTO IST/LINDO)

HALBAR, LINDO - Kasus mencuatnya Dana PNPM Mandiri atau yang disebut dengan Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) melalui Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP) senilai Rp390juta, yang saat ini dibahas oleh masyarakat enam desa sudah mulai masuk ke babak awal.

Bagaimana tidak, kasus ini sudah mulai diperbincangan oleh warga mayarakat enam desa soal penyalahgunaan dana tersebut senilai Rp390juta yang dibagi-bagi ke enam kepala desa dan seorang mantan camat Jailolo Timur.

Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Jailolo Timur Asnawi Hi Muhammad mengatakan bahwa penggunaan dana PNPM Mandiri itu sebenarnya harus dikelola sebaik mungkin sehingga dikemudian hari dana itu benar-benar direalisasi sesuai jalurnya, bukan bermasalah seperti saat ini.

“Kalau menurut saya, dana itu sangat cukup besar bagi tong warga Jailolo Timur. Kalau dipergunakan sebaik mungkin dan dikelola oleh oarang-orang yang paham dan mengerti maka saya pastikan dana itu akan aman dan masyarakat akan sejahtera,” kata Asnawi.

Menurut Asnawi, saat ini jajarannya sedang menyiapkan skeju agenda pertemuan antara pengurus lama dan pengurus baru UPK Jaltim dan ketua POJK untuk membahas problem yang selama ini tidak normal.

“Kalau dalam usulan saya sebaiknya masalah ini cepat diklirkan, harus kita duduk bersama-sama dan arahnya harus diselesaiakn dana itu. Kalau bisa tuntaskan saja, karena problem yang saya lihat ini soal dana saja. Tidak ada unsur lain dalam masalah ini, yang ada hanyalah murni soal dana program PNPM Mandiri yang saat ini mandek,” tandasnya.  

Untuk itu, Asnawi meminta para pengurus UPK lama dan Ketua POJK agar pertemuan nanti sebaiknya diarahkan saja ke kantor PNPM Mandiri yang ada di kantor camat di desa Akelamokao.

"Kalau saya usul jangan ada pertemuan diluar kantor camat, jangan dibahas di tempat lain. Yang saya tau kantor PNPM Mandiri itu ada di kantor Camat, bukan di desa pasir putih atau ditempat lain," jelasnya.

Sementara itu, salah satu anggota IPMA Auliya M Djae dalam keterangannya, menegaskan bahwa kasus ini benar-benar menjadi perhatian publik dan tidak bisa diberikan waktu yang cukup lama lagi, harus tepat waktu.

“Kalau mereka paksakan pertemuan diluar jalur, saya yakin dan percaya kasus ini akan mereka diel diluar jalur dan bisa menjadi fatal. Saya orang pertama yang akan melaporkan maslah ini ke pihak aparat penegak hukum,” tandasnya.

Jika tidak ada niat baik, maka Aulia memgancan akan mempersoalkan pemerintah desa dan ketua UPK kecamatan Jailolo Timur, akan  mempresur ke pihak aparat penegak hukum.

“Kaya saya jadi mereka saya lebih suka memilih jalur damai dan dengan hati yang bersih. Tidak usah dengan embel-embel  yang lain. Harus ganti rugi dana itu, jangan mempersulit masalah ini,” ujarnya.

Auliya menghimbau pada seluruh lapisan warga masyarakat di enam desa agar benar-benar bersabar dalam perjuangannya. Karena menurut dia, mereka saat ini sedang berusaha mencari jalan terbaiknya.

“Saya hanya himbau pada seluruh pengurus dan para pihak-pihak yang terkait denga dana itu, segera selesaikan dan tuntaskan kasus ini. Intinya mereka harus legowo dan jangan terlalu ego soal kasus ini,” paparnya.


ALDY M

Berita Terkait