Rabu, 27 Januari 2021 | 08:28:56 WIB

Dewan Halbar Minta Para Mantan Camat dan 6 Kades Jaltim Harus Hadir Dalam RDP

Minggu, 22 November 2020 | 22:26 WIB
Dewan Halbar Minta Para Mantan Camat dan 6 Kades Jaltim Harus Hadir Dalam RDP

Para UPK Jaltim sedang dialog dengan Ketua Komisi I dan Ketua Komisi II DPRD Halbar. (Foto: Aldy/Lindo)

HALBAR, LINDO - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Atus Sandiang meminta pada mantan camat Jailolo Timur dan enam Kepala Desa (Kades) yang ada di kecamatan Jailolo Timur (Jaltim), kabupaten Halbar agar harus menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) diruang komisi I DPRD Halbar, soal dugaan penyalahgunaan Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) melalui simpan pinjam kelompok perempuan (SPKP) senilai Rp390juta.

"Saya minta pada mantan camat dan 6 kades di Jailolo Timur harus hadir di dalam RDP di Komisi I DPRD kabupaten Halbar pada Kamis (26/11/2020) nanti. Kalau kalian mau selesai persoalan ini, kalian harus hadir di RDP, agar masalah ini kita tuntaskan sama-sama," kata Atus saat dihubungi media ini di Ternate, Minggu (22/11/2020) sore.

Atus menegaskan jika sebaliknya, para mantan camat dan kepala desa di Jaltim bersekukuh untuk tidak mau menghadiri forum RDP ini, maka kata dia resikonya mereka akan tanggung sendiri.

"Saya berharap sih kalau undangan komisi I DPRD Halbar tiba ke mereka maka mereka harus hadir dalam RDP itu. Forum itu miik kita semua, maka dari itu kita harus sama-sama mencari solusi yang terbaik soal dana yang sudah dipakai itu. Apakah diganti dalam waktu singkat ataukah dalam bentuk apa, itu yang harus kita bahas bersama dan semua itu tergantung kesepakatan forum nanti," tegasnya.

Soal usulan RDP yang digelar nanti, Atus mengakui bahwa camat Jaltim Bobby Jumaty lah yang mengusulkan pada dewan saat mereka melakukan kunjungan kerja di kantor Jaltim baru-baru ini. Jadi menurut dia, kalau kades dan mantan camat tidak mau hadir dalam forum itu, maka sebagai ketua komisi I DPRD, pihaknya menyerahkan penuh pada mekanisme forum nanti.

"Yang minta RDP di kantor dewan itu adalah camat Jaltim Bobby Jumaty. Kami saat itu melakukan kunker ke kantor Jaltim, karena ada pengaduan masyarakat soal penyalahgunaan dana PNPM-MP di Jaltim, sehingga kedatangan kami pada saat itu tujuannya ikut memediasi dan berdiskusi dengan UPK yang baru dan ketua POJK PNPM Mandiri yang ada di Jaltim. Kami saat itu mau klirkan persoalan dana itu di kantor camat, tapi tiba-tiba camat Jaltim minta agar forum ini sebaiknya dialihkan ke dewan dalam bentuk RDP. Sehingga kami sepakat dan mau menerima usulan pak camat dan disepakati pula waktu dan tempatnya yaitu pada hari Kamis diruang Komisi I DPRD Halbar," kata Atus lagi.

Informasi soal kehadiran para mantan camat Jaltim dalam undangan dari Komisi I DPRD Halbar, yang rencana akan dibagikan pada Senin pagi, tapi hingga kini undangan itu belum juga diterima secara resmi oleh mantan camat maupun 6 kades.

Media ini mencoba mengkonfirmasi beberapa mantan camat Jaltim, mereka umumnya siap hadir dan siap memberikan keterangan pada wakil rakyat soal PNPM-MP
yang selama ini disalahgunakan.

Para mantan camat yang bersedia hadir dalam forum RDP di komisi I itu antara lain, mantan camat Jailolo Timur Ali Yusup, mantan camat Jailolo Timur Awat Lolori, dan mantan camat Jailolo Timur Ridwan Dano Saleh. Mereka itu mengaku akan siap hadir jika diundang oleh dewan.

Sementara mantan camat Jaltim yang juga Plt Kadis Disperindag Provinsi Maluku Utara Yudhitia Wahab hingga kini belum dikonfirmasi. Namun menurut informasi dari orang dekatnya, bahwa yang bersangkutan tidak akan hadir karena ada lain hal.

Sedangkan 6 kepala desa sejauh ini belum menerima undangan secara resmi dari dewan. Kepala desa Tetewang Jhoni Punene saat dikonfirmasi tidak mau memberikan keterangan seputar undangan komisi I. Dia hanya mengaku belum memerima dan belum mengetahui soal itu.

ALDY M

Berita Terkait