Senin, 25 Januari 2021 | 04:52:29 WIB

Kadisminpers Lantamal X Jayapura Hadiri Coffee Morning Bersama Elemen Masyarakat Papua

Senin, 30 November 2020 | 23:18 WIB
Kadisminpers Lantamal X Jayapura Hadiri Coffee Morning Bersama Elemen Masyarakat Papua

(FOTO : DISPENLANTAMALX/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Guna meningkatkan sinergitas seluruh komponen bangsa, Kepala Dinas Administrasi Personel (Kadisminpers) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura Mayor Laut (KH) Hadi Wijaya, S.Pd., N.Pd., menghadiri Coffee Morning bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan elemen masyarakat di Papua. Acara tersebut digelar, di Ballroom Lantai 5 Hotel Horison Ultima, Kota Jayapura, Papua, Senin (31/11/20).

Kegiatan ini diprakarsai oleh Polda Papua yang dipandu Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare, S.I.K., dan dihadiri elemen masyarakat, diantaranya Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP), Pdt. MPA. Mauri. S.th., Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Papua Octovianus DS, Staf Ahli Bidang Hukum dan Humaniter Pangdam XVII/Cenderawasih Kolonel Arh Riksawan Ardhianto, S.I.P., Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol Drs. Godhelp Cornelis Mansnembra, Kasibinjas Dispers Lanud Silas Papare Letkol Kes Alwi serta para tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh Agama.

Dengan tajuk “Terpeliharanya Persatuan Dan Persatuan Bangsa Di Era Globalisasi", Irwasda Polda Papua saat membacakan sambutan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyampaikan pentingnya dalam memahami dengan benar Ideologi Pancasila.

Dijelaskannya, bahwa Ideologi bermakna sebagai pandangan yang menyeluruh mencakup nilai dan cita-cita bahkan keyakinan yang ingin di wujudkan dalam kehidupan nyata dan untuk masa depan bangsa yaitu untuk membentuk identitas atau ciri kelompok bangsa dengan memiliki sifat mempersatukan seluruh bangsa dengan kemajuan era globalisasi.

Menurutnya, masuknya budaya dan ideologi bangsa luar membuat permasalahan dalam menjaga keutuhan NKRI semakin rumit karena masyarakat mulai meragukan dan merupakan ideologi sendiri dan mulai tercampur dengan ideologi bangsa lain.

Lebih dalam dijelaskan pula, pada era globalisasi banyak membuat pengaruh positif terhadap nilai nasionalisme. Dia mencontohkan bahwa globalisasi memberi ruang terciptanya pemerintah yang bersih jujur dan dinamis globalisasi juga cenderung membuka ruang ekonomi yang dikenal dengan pasar bebas dan lain-lain. Namun menurutnya kehadiran globalisasi yang sangat pesat akan memberikan dampak negatif dan memberikan ancaman bagi kehidupan bernegara.

Dia mencontohkan, saat ini ada beberapa kelompok golongan masyarakat dengan mudah terpengaruh oleh isu yang merubah falsafah dan ideologi Pancasila ke arah sentimen negatif terhadap pemerintah yang sah. Oleh karenanya berbagai cara yang harus dilakukan untuk menjaga dan mempertahankan ideologi Pancasila antara lain dengan, menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Menolak masuknya ideologi lain yang bertentangan dan tidak sesuai dengan ideologi bangsa dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (ARMAN R)

Berita Terkait