Senin, 08 Maret 2021 | 11:00:08 WIB

BMG Nilai Kepala BPBD Malut Gagal Selesaikan Bencana Alam Diwilayah Gane

Selasa, 12 Januari 2021 | 14:02 WIB
BMG Nilai Kepala BPBD Malut Gagal Selesaikan Bencana Alam Diwilayah Gane

Ilustrasi - Pengungsi korban gempa bumi di Lapangan Sepak Bola, Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, kabupaten Halsel, provinsi Malut. (Foto: Cermat/Lindo)

TERNATE, LINDO - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara (Malut), telah gagal menangani pasca bencana alam yang terjadi diwilayah Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Malut.

Demikian hal itu ditegaskan oleh Koordinator Barisan Muda Gane (BMG) Rajak Idrus, dalam pesan rilisnya yang diterima media ini di Ternate, pada Selasa (12/01/2021) siang.

Meurut Rajak Idrus, musibah bencana alam seperti banjir dan gempa yang terjadi di kabupaten Halmahera Selatan, pada beberapa bulan lalu atau di tahun 2020, hingga saat ini tidak ada sedikitpun bantuan yang tersentuh pada warga disana, baik itu pemerintah provinsi maupun BPBD Malut.

"Mulai dari banjir hingga pasca banjir tidak ada gerakan sosial atau gerakan kemanusian dari Badan Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Maluku Utara. Dalam kondisi pasca bencana alam seperti saat ini, sebaiknya pemerintah harus membuat tanggap darurat berupa bantuan yang ada di lokasi atau daerah yang terkena dampak banjir. Sedangkan di beberapa daerah atau di desa yang terkena banjir belum juga ada sentuhan dari pemerintah provinsi, ini yang warga keluh kesah disana," kata Jeck begitu ia disapa.

Barisan Muda Gane (BMG) mencatat kondisi gempa yang menimpa di beberapa desa, misalnya gempa di wilaya Gane yang hampir besar rumah-rumah warga hancur berantakan, termasuk harta benda yang ada di wilaya Gane pada umumnya rusak berat.

"Kami ikut perkembangan saat gempa itu terjadi, dan sampai saat ini tidak ada gerakan sosial kemanusiaan dan niat baik dari kepala pelaksana bencana alam provinsi Maluku Utara. Mereka tidak pernah merespon bencana yang terjadi di wilayah Gane," ujar Jeck yang juga menjabat sebagai Direktur HCW itu.

Jeck menilai selama bencana hingga pasca bencana, BPBD Malut tidak pernah menunjukkan etikat yang baik untuk membantu masyarkat yang ada diwilayah Gane.

"Hal ini yang kami sangat sayangkan. Padahal banjir kemarin untuk wilayah Halsel khususnya di wilayah Gane yang merasakan dampak terbesar dengan adanya banjir tersebut," tandasnya.

Seharusnya kata Jeck, pihak BPBD Malut sudah punya data best atau data pendukung terkait gempa kemarin. Misalnya daerah mana saja yang harus menjadi prioritas sehingga mengantisipasi bila di kemudian hari masih terjadi gempa, maka sudah bisa di antisipasi. Terbukti bila terjadi hujan dua hangga tiga hari, pasti sudah terjadi banjir karena sudah ada bekasnya.

"Hal ini yang harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah provinsi khususnya dari BPBD Malut. Saya curiga jangan-jangan BPBD Malut tidak miliki data rill lagi," ungkapnya.

Informasi yang diterima oleh BMG bahwa saat ini warga yang ada di beberapa desa yang masih bertahan dipengungsian dan membuat beberapa tenda di daerah yang dianggap datarannya masih tinggi.

"Warga disana masih mengungsi ditempat yang lebih aman bila terjadi hujan. Oleh sebab itu, saya minta  harus ada sikap yang tegas dari BPBD Malut. Jangan anda tinggal diam, nanti kesan anda itu tidak bekerja. Progresnya apa yang sudah di bangun khususnya di wilaya Gane. Bagi kami ini adalah tugas dan tanggungjawab seorang pimpinan yang ada di bencana alam provinsi Malut," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jeck menyampaikan bahwa problem becana alam selama ini tidak merata karena kurang seriusnya penananganan dari pemerintah setempat baik itu kabupaten maupun provinsi. Dia mengingatkan bahwa kejadian bencana alam bukanlah atas kehendak manusia, maka dari itu, Jeck mengingatkan bahwa wilayah Gane, kabupaten Halsel adalah bagian dari Provinsi Maluku Utara.

"Sekali lagi saya ingatkan pada BPBD Malut, bahwa wilayah Gane itu adalah bagian dari provinsi Maluku Utara. Maka secara kelembagaan kami akan menyurati ke bapak Gubernur Abdul Gani Kasuba, agar segera menggantikan jabatan kepala BPBD Malut. Karena selama ini kepala BPBD Malut tidak ada etikat baik untuk melihat kondisi Gane, mulai dari banjir hingga pasca banjir. Untuk itu, kami dari BMG minta pada Gubernur Maluku Utara agar meninjau kembali jabatan kepala BPBD Malut, karena beliau sudah di anggap gagal dalam menjalankan program dan fisi-misi bapak Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, dimasa akhir kepemimpinannya," paparnya.

ALDY M

Berita Terkait