Senin, 08 Maret 2021 | 10:00:28 WIB

Pemuda dan Tokoh Masyarakat Bantah Pernyataan Malik Gama Dimedia Masa

Sabtu, 16 Januari 2021 | 22:58 WIB
Pemuda dan Tokoh Masyarakat Bantah Pernyataan Malik Gama Dimedia Masa

Mantan kades Lata-lata Abdul Malik Gama bersama pendukungnya saat memberikan pernyataan pers di Labuha, Bacan, Halsel. (Foto: KN/Lindo)

HALSEL, LINDO - Para pemuda dan tokoh masyarakat desa Lata-lata membantah seluruh pernyataan mantan kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama, bersama seluruh perangkatnya di media massa beberapa waktu lalu di Labuha, Halmahera Selatan (Halsel).

Demikian pernyataan itu disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata (AMDAL) Hasan Maici usai rapat bersama pemerintah desa Lata-lata di desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, Halsel, Jumat (15/01/2021).

Hasan menjelaskan bahwa seluruh pernyataan mantan kades dan pengikutnya adalah inisiatif dari Abdul Malik Gama. Apalagi dalam pernyataan itu salah satu keluarga Malik Gama yang menyebut dan membawa nama warga dan nama pemuda desa Lata-lata.

"Saat memberikan keterangan pada media baru-baru ini Malik Gama dan keluarganya membawa-bawa nama masyarakat dan pemuda. Padahal kenyataanya dilapangan warga didesa Lata-lata tidak tahu memahu soal nama mereka dibawah-bawah oleh Malik Gama cs. Pokoknya semua pengakun saudara Malik Gama dan keluarganya diadapan media itu adalah kebohongan belaka," kata Hasan.

Sementara pernyataan Imam Desa Lata-lata Samad Gama meyatakan bahwa dia telah diutus oleh warganya adalah fitnah dan kebohongan. Hasan menegaskan bahwa saudara Samad itu sebenarnya bukan lagi sebagai pemimpin di warga muslim di desa Lata-lata. Karena ia sering memperkeruh suasana dan memprofokasi warga di desa.

"Masa kamu seorang tokoh muslim kok gaya dan bicaramu hanya memprovokasi warga disini. Kalau memang benar dia seorang tokoh agama, yah jangan lagi tambah memperkeruh suasana, apalagi mencampuri urusan pemerintah. Itu yang kita larang jangan memcampuri hal-hal yang bukan urusannya. Dia harus fokus pada pelayanan umat khususnya kedamian dan ketentraman," ujarnya.

Hal yang sama juga diuraikan oleh salah satu tokoh adat desa Lata-lata Demianus Garera. Dalam keterangannya, Demianus juga membantah seluruh pemberitaan yang ada dalam media itu.

"Seluruh pernyataan saudara Malik Gama dan imam desa Lata-lata dihadapan media adalah fitnah. Warga tidak tahu semua itu, hanya kades dan kroni-kroni saja yang membawa-bawa nama warga saja. Sebenarnya mereka itu sudah panik dalam persoalan itu. Sehingga mereka bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan mereka," tegasnya.

Diakhir keterangannya, Demianus hanya mengingatkan pada seluruh warga Lata-lata agar jangan terpancing dengan orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengacaukan situasi keamanan dalam desa.

"Saya hanya bisa  mengingatkan pada semua warga, agar jangan mau diadu domba, kita semua harus bersatu menjaga keamanan dalm desa. Pokoknya anda semua harus berhati-hati dan selalu waspada pada orang-orang yang ingin mengacaukan keadaan desa. Mari kita bersama-sama membangun dan menyongsong desa ini, agar kedepan kita bisa nikmati pembangunan yang ada," harapnya.

ALDY M 

Berita Terkait